Renungan Minggu: Allah Sanggup Membelah Lautan Menjadi Jalan (Keluaran 14:15-31)


KISAH perjalanan orang Israel keluar dari tanah Mesir menuju tanah perjanjian Kanaan, merupakan perjalanan penuh drama dan romantika hidup.

Betapa tidak, perjalanan 40 tahun di padang gurun, pegunungan dan hutan belantara, dengan berpindah-pindah tempat, bukanlah suatu yang mudah.

Wajar saja secara manusia, orang Israel merasa kecewa dan menderita.  Dan Musa menjadi sasaran kekecewaan dan kemarahan bangsa Israel. Mereka menganggap Musa dan Harun hanya membawa mereka masuk dalam penderitaan dan karena itu mereka ingin balik ke Mesir saja.

Tetapi Allah yang telah merancang umatNya untuk keluar dari rumah perbudakan Mesir, tidak akan membiarkan umatNya dalam penderitaan dan kesengsaraan dalam perjalanan menuju tanah yang dijanjikanNya.

Seperti juga dalam perenungan ini, ketika orang Israel terjebak di Laut Teberau yang juga dikenal dengan Laut Merah. Saat itu mereka melihat pasukan Firaun tengah mengejar orang Israel. Mereka terdesak dan tak berdaya, serta putus harapan. Dan mereka merasa mereka akan segera mati bergelimpangan.

Di tengah ketidakberdayaan dan putus asa itulah Allah datang menolong. Ia menyatakan kuasaNya untuk memberi keyakinan dan harapan bagi umatNya, bahwa Ia akan menyertai bangsa pilihanNya, sekalipun menghadapi maut. Karena bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Di hadapan mata orang Israel Allah membelah Lautan menjadi jalan, sekaligus menenggelamkan orang yang bermaksud jahat kepada umatNya.

Begitu juga dalam hidup kita, dimana kita sering diperhadapkan dengan persoalan dan pergumulan yang berat. Entah itu sakit penyakit, dukacita, keterpurukan ekonomi, kehilangan pekerjaan, teraniaya, dikhianati, difitnah, dibully dan masih banyak pergumulan lainnya, yang membuat kita kecewa, putus asa, dan iman menjadi lemah.

Dalam kondisi-kondisi pergumulan seperti itulah Allah hadir dan peduli, untuk menyatakan kasihNya kepada umatNya. Lautan persoalan tidaklah lebih besar dari kuasa Allah. Kalau Allah sanggup membuat Laut menjadi jalan, maka ia sanggup juga mengatasi segala persoalan bagi kita. Bahkan bila kita mengalami ketidakadilan, penistaan, maksud-maksud jahat atau penganiayaan dari orang-orang yang tidak mengenal Allah, maka Allah juga akan sanggup menenggelamkan mereka. Amin.

(Jeffry Pay)

Berita Terkait

Top