Renungan Minggu: 24 – 30 Desember 2023, Teruslah Bersaksi Yesus Terang Dunia – Yohanes 1 : 1-18


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Terang dan gelap adalah dua fakta yang berbeda, bahkan bertolak belakang satu sama lain. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) terang artinya: suatu keadaan yang dapat dilihat dengan jelas atau didengar dengan jelas; jernih, bersih, sukacita, nyata ataupun terbuka. Sedangkan gelap berarti tidak ada cahaya, kelam, suram, atau juga bersifat rahasia.Salah satu dari tiga tugas gereja adalah bersaksi tentang Yesus Kristus yang adalah terang dunia. Banyak orang Kristen hanya sampai pada pemahaman bahwa Yesus Kristus adalah terang dunia, tapi kehidupannya tidak menggambarkan sebagai terang dunia. Dimana ia lebih mementingkan relasi spiritual dengan Tuhan Allah atau relasi vertikalnya, namun mengabaikan relasi horizontal dengan sesamanya manusia. Padahal tugas orang percaya adalah melaksanakan panggilan yang holistik (menyeluruh). Artinya kesaksian hidupnya harus mencakup keseimbangan utuh antara pertumbuhan imannya dengan Tuhan Allah dan hubungan dengan sesama.

Gereja sebagai orang-orang yang dipanggil oleh Yesus Kristus sebagai kepala gereja, untuk keluar dari gelap masuk ke dalam terang yang sesungguhnya, memiliki tanggungjawab bersaksi yaitu menyampaikan kabar baik atau injil kebenaran yang adalah terang dunia. Apalagi dalam konteks menyambut Natal serta pesta demokrasi dalam hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia ini, dimana keadaan ini dapat menimbulkan gejolak dalam relasi dengan sesama. Sebab itu perlu pemahaman yang kokoh dan murni tentang bagaimana bersaksi yang benar dan contoh-contoh kehidupan yang berintegritas, teologis dan Alkitabiah. Karena itu tema minggu ini yaitu: “Teruslah Bersaksi Yesus Adalah Terang Dunia,” menjadi penting dan dibutuhkan bagi warga gereja.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Injil Yohanes adalah kitab Injil yang ke empat. Injil Yohanes menjadi unik dan sedikit berbeda dengan Injil Matius, Markus dan Lukas, karena Yohanes banyak menyoroti tentang pelayanan Yesus Kristus di daerah Yudea dan Yerusalem, yang tidak dicatat oleh Matius, Markus dan Lukas. Yohanes lebih rinci mencatat tentang rahasia kepribadian Yesus Kristus. Injil Yohanes memberikan banyak perhatian kepada tiga pertanyaan pokok tentang Yesus Kristus. Pertama: Yohanes menyebut bahwa Yesus Kristus adalah “Firman” yang ada bersama Allah ketika Allah menciptakan dan memberi hidup kepada segala sesuatu, Firman ini telah menjadi manusia (1:14); Kedua: Perbuatan Yesus Kristus yang membuktikan bahwa Ia adalah Anak Allah dengan banyak mujizat yang Dia lakukan; Ketiga: Yohanes juga menyoroti tentang pengikut Yesus Kristus yang melakukan ajaran-Nya serta para penentang-Nya Yesus yang tetap pada peraturan Hukum Taurat.

Yohanes 1:1-18 dimulai dengan “Pada mulanya adalah Firman” yang sama digunakan dalam Kejadian 1, yang menggambarkan bagaimana Tuhan Allah menciptakan segala sesuatu dengan berfirman, Amsal 8:22-23, dengan hikmat Tuhan Allah menciptakan dunia dan isinya.

Ay.1-3, Firman menunjuk pada Yesus Kristus, pembawa pesan Tuhan Allah kepada semua orang menyingkapkan kuasa dan rencana-Nya. Yohanes memberikan kepada kita 3 ciri Yesus Kristus selaku Firman itu: pertama; hubungan Firman dengan Bapa, dimana Yesus Kristus sudah ada sejak semula bersama-sama dengan Bapa sebelum dunia ini dijadikan. (bdk Kol. 1:15) Dia sebagai oknum yang sudah ada sejak kekekalan, berbeda dari, namun dalam persekutuan abadi dengan Allah Bapa. Yesus Kristus itu Ilahi karena itu Dia bersifat dan berhakikat sama dengan Bapa. Kedua; hubungan Firman dengan dunia, Allah Bapa menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dan sekarang ini Dia menopang dunia. Ketiga, hubungan Firman dengan umat manusia adalah Firman itu telah menjadi manusia (ayat 14), dimana Allah di dalam Yesus telah menjadi manusia yang memiliki sifat manusiawi tetapi tanpa dosa. Inilah pernyataan dasar dari inkarnasi atau penjelmaan itu, bahwa Yesus Kristus telah meninggalkan sorga menjadi sama dengan manusia lewat kelahiran-Nya. (Mat 1: 23).

Ayat 4-5; Hidup yang sesungguhnya dan sejati ada dalam Yesus Kristus, karena hidup ini bukan hanya dalam kefanaan tetapi berjalan dalam kekekalan. Filsafat gnostik yang mempengaruhi zaman itu, mengajarkan secara terpisah antara sorga dan dunia, dan lebih menekankan sorga. Padahal hidup yang disampaikan dalam injil Yohanes ini adalah kehidupan yang holistik, dimana hidup di dunia dan di sorga itu satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Terang dalam Bahasa Yunani = “Phos”, menunjuk kepada nyala atau obor (lampu) yang menerangi kegelapan. Karena terang sejati maka tidak ada kegelapan yang dapat mengalahkannya.

Ayat 6 – 9; Yohanes mengidentifikasikan dirinya sebagai utusan yang memberitakan tentang terang Yesus Kristus. Utusan itu adalah saksi dari terang yang sejati. Penulis Injil Yohanes sedang menyampaikan panggilan bagi orang percaya untuk tetap setia menjadi saksi di tengah-tengah penganiayaan dan penghambatan orang Kristen. Saksi itu dari kata Yunani “Martur”, yang ditransliterasi dalam Bahasa Indonesia (Martir), yang berarti orang yang memberi kesaksian tentang apa yang diketahuinya, bahkan dia berani untuk mati atas apa yang disaksikannya.

Ayat 10-11; Ketika dunia terlepas dari Tuhan Allah dalam bentuk masyarakat yang terorganisasi dengan berbagai klasifikasi sosialnya, maka dunia seperti ini, tidak akan pernah menerima dan mengakui Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Bahkan mereka
akan memusuhi saksi-saksi Yesus Kristus dengan cara menganiaya, menakut-nakuti bahkan dalam tindakan yang ekstrem membunuh saksi-saksi Yesus Kristus.

Ayat 12-14; Ungkapan “diberi kuasa” menunjuk pada orang-orang yang menerima terang menjadi anak-anak Allah, akan bersaksi dengan penuh kuasa Allah yang Mahatinggi. Kuasa ini adalah hak istimewa bagi orang yang percaya dan menerima Yesus Kristus. Mereka itu adalah orang yang dilahirkan kembali. Tekanan dan penganiayaan tidak akan mampu menyurutkan dan membatasi pekerjaan menjadi saksi. Isi dari kesaksian para saksi adalah tentang firman yang menjadi manusia. Keragu-raguan para pengikut gnostik bahwa firman yang menjadi manusia itu masih bersifat manusia belaka, tetapi penulis injil Yohanes menyampaikan kesaksian bahwa firman yang menjadi manusia penuh kemuliaan sebagai kemuliaan dari Bapa sendiri.

Ayat 15-18; Orang yang menerima firman itu menerima kasih karunia demi kasih karunia. Artinya, telah menerima kasih karunia sebelum Yohanes bahkan sebelum dunia dijadikan.

Makna dan Implikasi Firman
1. Berita tentang terang adalah pemberitaan mengenai kedatangan Yesus Kristus ke dalam dunia, untuk menyelamatkan umat manusia. Kegelapan dalam berbagai manifestasinya dengan datangnya atau masuknya terang itu, kini menerima pemulihan. Orang Kristen atau gereja yang menerima terang itu, dipanggil untuk menjadi agen-agen pemulihan.

2. Orang percaya maka jangan terpikat, terpedaya dan terperangkap oleh berbagai bentuk godaan dunia, tetapi selalu mengingat firman Tuhan yang berkata, dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang manusia. Hidup bukan sekedar bernafas, tetapi jika diberi hidup, maka hidup itu harus menerangi dunia ini, itulah kehidupan yang berkualitas. Amin. (mtpjgmim)

Berita Terkait

Top