Renungan Harian: Senin 8 Januari 2024, Filipi 3:3-4a Bermegah Dalam Kristus


Filipi 3 : 3-4a

karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.

Bermegah adalah tindakan atau sikap yang menunjukkan perasaan bangga atau keunggulan diri. Bermegah diri artinya membuat diri tampak mengagumkan yang karenanya ada banyak orang akan memberi pujian dan sanjungan kepadanya. Dalam pembacaan kita hari ini, nampaknya Paulus ingin agar orang-orang percaya tidak terjebak pada soal memegahkan diri dengan hal-hal lahiriah, misalnya karena melakukan hukum taurat seperti menyunatkan diri. Bagi Paulus, bermegah dalam hal-hal yang lahiriah bukanlah sesuatu yang tabu untuk dilakukan, karena apapun yang dapat kita lakukan dan kerjakan dengan usaha yang berat, maka kita patut merasa bangga asalkan kita tidak terjerumus pada kesombongan diri yang berlebihan. Tetapi bagi Paulus bermegah dalam Yesus Kristus akan membuat-Nya
dimuliakan. Sedangkan bermegah untuk hal yang lahiriah hanya akan membuat kita terjebak pada kesombongan diri sendiri.

Oleh sebab itu, Paulus menasihati agar kehidupan orang percaya harus selalu terarah pada Yesus Kristus. Paulus menyebut bermegah dalam Yesus Kristus, artinya melalui kehidupan kita sebagai orang percaya, apapun yang kita lakukan dan kerjakan, semuanya harus menjadi persembahan bagi Yesus Kristus. Sehingga apapun yang dihasilkan dari pekerjaan dan usaha kita, semuanya akan terarah pada kemuliaan Yesus Kristus. Seperti yang Paulus katakan dalam surat Roma 11:36 “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”

Firman Tuhan hari ini, kita semua diajak untuk mengintrospeksi kehidupan. Sebab sebagai manusia, kita pasti memiliki banyak kelebihan oleh karena kita trampil dalam melakukan suatu usaha atau pekerjaan, punya banyak pengalaman untuk melakukan hal-hal yang mengagumkan. Tetapi Paulus juga menasihatkan kita agar kita waspada, penuh kehati-hatian sehingga kita jangan sampai terpancing untuk memegahkan diri atas apa yang kita kerjakan, dan akhirnya terjebak untuk bermegah secara lahiriah dan menjadi sombong, angkuh dan tinggi hati (makang puji). Karena itu, apapun yang kita lakukan, jadikanlah itu sebagai cara kita untuk memuliakan Yesus Kristus, seperti yang dinasihatkan Paulus kepada Jemaat di Kolose, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” (Kolose 3:23). Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top