Renungan Harian: Senin 18 Desember 2023, Matius 1:2-4 Jalan Keselamatan Yang Benar


Matius 1 : 2-4

Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,

Jalan Keselamatan yang Benar

Manusia cenderung melakukan penilaian terhadap banyak hal, termasuk bagi sesamanya. Latar belakang kehidupan seseorang seringkali menjadi sasaran penilaian tentang kelayakkannya, apalagi dalam melaksanakan suatu tanggungjawab, yang berkaitan dengan status jabatan yang diembannya. Bahkan, penilaian dimaksud, seringkali juga menyangkut ketidaklayakan seseorang untuk masuk dalam karya selamat Tuhan Allah. Karena itu, mari kita melihat secara seksama tentang bacaan Alkitab hari ini, yang mencantumkan daftar silsilah khususnya salah seorang anak Yehuda, yakni Perez, adalah merupakan hasil dari perselingkuhan Yehuda dengan Tamar. menantunya (Lih. Kej.38). Padahal Perez dan Yehuda adalah orang-orang yang termasuk dalam garis daftar keturunan Yesus.Yehuda dan Tamar, kalau dilihat dari tradisi bangsa Israel, bahwa setiap orang yang melakukan zinah harus dihukum mati dengan cara dibakar. (band. Kej.38:24) Bentuk hukuman lain, adalah dilempari dengan batu di Iuar pintu gerbang sampai mati (Lih. Ulangan 22:24a). Artinya, semua yang melakukan hal seperti ini harus di hukum mati. Sehingga kisah ini, kita bisa mengerti bahwa pencantuman nama-nama ini memiliki tujuan bahwa kedatangan
Yesus Kristus adalah untuk merangkul semua manusia untuk diselamatkan.

Yesus Kristus memang membenci dosa, tetapi dia mengasihi orang berdosa. Hal ini juga tergambar jelas ketika ada orang yang membawa kepada-Nya seorang yang kedapatan atau tertangkap basah ketika berzinah. Yesus Kristus menjawabnya, bahwa barangsiapa tidak berdosa, maka ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu. (Yoh.8:1-11) Akhirnya para ahli Taurat itu pergi dan Yesus Kristus tidak menghukumnya. Tetapi Ia mengingatkan perempuan itu untuk jangan berbuat dosa lagi.

Sebagai keluarga Kristen, marilah kita berefleksi untuk melihat betapa besarnya perhatian bahkan kasih-Nya untuk manusia, tanpa terkecuali keberadaannya kini dan masa lalu seseorang. Yesus Kristus memang adalah jalan kebenaran dan keselamatan yang sempurna dan paripurna (Yoh.14:6a). Kita harus terus meneladani cara hidup dan pengajaran-pengajaran-Nya yang membawa orang pada pertobatan yang benar dan pada kehidupan baru. Jangan pernah menilai bahkan memberi penghakiman terhadap seseorang yang menurut kita dia tidak layak masuk dalam karya keselamatan Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus. Karena yang menentukan seseorang itu masuk dalam keselamatan itu, hanyalah Tuhan Allah sendiri yang empunya dan sumber keselamatan yang kekal. Karena itu, jadikan masa raya Adven ini sebagai momentum perenungan untuk merefleksikan nilai-nilai hidup tentang keselamatan, seperti yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus. Sehingga pemahaman keluarga kita tetap kuat dalam menghadapi dinamika pengajaran-pengajaran yang terkadang bertentangan dengan iman percaya kita. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, tuntunlah kami untuk hidup dalam karya keselamatan-Mu. Dan jadikan kami orang-orang yang menyembah-Mu menurut firman-Mu serta hidup setia
berpedoman pada kehendak dan rencana-Mu. Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top