Renungan Harian: Senin 12 Februari 2024, 1 Timotius 2:2 Berdoa Untuk Penguasa


1 Timotius 2 : 2

untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.

Gereja yang adalah persekutuan orang-orang percaya hidup dan dihadirkan di dalam dunia bukan hidup hanya untuk dirinya sendiri. Sebab dimana kita hidup dan ada, kita selalu terhubung dengan kehidupan orang lain. Dan kita juga harus menyadari bahwa sebagai bagian integral dari suatu masyarakat, kita dipimpin oleh pemerintah yang dalam pembacaan hari ini disebut Paulus sebagai raja dan pembesar. Bagi mereka inilah kita harus berdoa kepada Tuhan Allah agar mereka diberi hikmat oleh-Nya. Supaya mereka dapat melakukan tugas pemerintahannya dengan baik dan bertanggung agar semua orang, termasuk kita sebagai warga gereja, dapat hidup dengan tenang, aman, tentram dan damai.

Dua hari lagi bangsa Indonesia yang kita cintai ini akan melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) yang sejak dulu kita sebut sebagai “pesta demokrasi”. Sudah tentu, yang namanya pesta selalu berhubungan dengan kegembiraan dan keceriaan, walaupun secara nyata harus kita akui bahwa dalam PEMILU kita pasti berbeda pilihan politik dan figur yang akan kita pilih. Namun kita selalu diajak untuk tetap memelihara perdamaian dalam pelaksanaan pemilu. Sebab bacaan Firman Tuhan hari ini, kita diajak untuk berdoa bagi para pemimpin (pemerintah) kita. Kita berdoa agar pemerintah dan penyelenggara Pemilu dapat menjalankan semua mekanisme pemiiihan itu dengan jujur dan adil (jurdil). Juga berdoa supaya semua masyarakat, termasuk warga gereja, berperan dalam kerjasama dengan pemerintah untuk mewujudkan suasana yang damai di masa pemilu. Selain itu, kita juga diminta untuk mengambil bagian secara utuh, terutama yang wajib pilih, agar dapat mengambil bagian dalam proses pemilu dan jangan ikut-ikut tidak memilih (golput). Kita harus berdoa dan kemudian memilih orang (calon wakil rakyat dan pemerintah) yang betul-betul tulus mewakili kita dan akan memerintah kita. Jangan biarkan hak suara kita ditukar atau dibayar dengan uang atau dibayar dengan SEMBAKO (Sembilan bahan pokok). Sebab suara yang akan kita berikan dalam pemilu bukan hanya untuk lima tahun ke depan, melainkan untuk sejahteranya seluruh bangsa ini untuk waktu yang panjang yaitu selama langit dan bumi masih ada.

Sebagai keluarga Kristen, kita menjadikan hidup sebagai bagian dari pewujudan rencana kasih setia Tuhan Allah, untuk membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang diberkati, sejahtera dan menghadirkan ketentraman bagi seluruh rakyatnya. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, berilah hikmat kepada pemerintah bangsa Indonesia agar mereka dapat mewujudkan kedamaian dan ketentraman. Dan tuntunlah kami untuk mengambil bagian sebagai orang percaya dalam pelaksanaan pemilu nanti. Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top