Renungan Harian: Selasa 28 November 2023,  Harapan Di Tengah Ancaman – Ester 4:5-9


Ester 4 : 5-9

Maka Ester memanggil Hatah, salah seorang sida-sida raja yang ditetapkan baginda melayani dia, lalu memberi perintah kepadanya menanyakan Mordekhai untuk mengetahui apa artinya dan apa sebabnya hal itu. Lalu keluarlah Hatah mendapatkan Mordekhai di lapangan kota yang di depan pintu gerbang istana raja, dan Mordekhai menceritakan kepadanya segala yang dialaminya, serta berapa banyaknya perak yang dijanjikan oleh Haman akan ditimbang untuk perbendaharaan raja sebagai harga pembinasaan orang Yahudi. Juga salinan surat undang-undang, yang dikeluarkan di Susan untuk memunahkan mereka itu, diserahkannya kepada Hatah, supaya diperlihatkan dan diberitahukan kepada Ester. Lagipula Hatah disuruh menyampaikan pesan kepada Ester, supaya pergi menghadap raja untuk memohon karunianya dan untuk membela bangsanya di hadapan baginda. Lalu masuklah Hatah dan menyampaikan perkataan Mordekhai kepada Ester.

Harapan di Tengah Ancaman

Adakah harapan di tengah ancaman? Victor Frankl, psikiater Yahudi dibawa tentara Nazi ke kamp kerja paksa di Auschwitz bersama 1.500 orang lainnya. Setibanya di sana, 1.300 orang termasuk orangtua, istri, dan saudaranya, dibawa ke kamar gas untuk dibunuh. Frankl sendiri dibiarkan hidup di kamp, namun ia kehilangan semua orang yang dikasihinya. Walau tersiksa lahir batin, ia bertahan. Mengapa? Karena ia punya harapan. Jerome Groopman, penulis The Anatomy of Hope (Anatomi Harapan), menjelaskan bahwa harapan adalah obat untuk tetap hidup sehat dalam situasi genting. Harapan meyakinkan orang bahwa yang terbaik masih akan datang.

Mordekhai walaupun tidak dapat berkomunikasi langsung dengan ratu Ester untuk membicarakan perihal ancaman pembinasaan yang dirancang Haman dan telah disahkan raja Ahasyweros, tetapi dapat membahas rancangan maut itu lewat Hatah, sida-sida raja yang ditetapkan melayani ratu Ester. Di lapangan kota di depan pintu gerbang istana raja, Mordekhai menceritakan segala yang dialaminya dan siasat Haman yang akan membunuh semua orang Yahudi di kerajaan raja Ahasyweros. Melalui Hatah, Mordekhai menyampaikan pesan kepada Ester supaya pergi menghadap raja untuk memohon karunianya dan membela bangsanya di hadapan baginda.

Belajar dari firman Tuhan saat ini, kita diingatkan bahwa selalu ada harapan bagi orang percaya yang tidak berputus asa. Walaupun harapan itu terasa kecil, tetapi bagi orang yang gigih berusaha harapan itu adalah keniscayaan/kepastian. Karena itu sebagai keluarga Kristen, kita diajak untuk mempergunakan setiap kesempatan dengan sebaik-baiknya, karena usaha tidak pernah membohongi hasil. Jangan menyerah pada keadaan, andalkan Tuhan Allah yang adalah sumber pengharapan dan keselamatan kita, dan teruslah berusaha dan berharap serta berpuasa dan berdoa. Harapan sangat penting. Maka taruhlah harapanmu hanya kepada Tuhan Allah yang tak berubah di segala keadaan. Amin

Doa: Ya Tuhan Allah sumber pengharapan dan keselamatan kami. Kami mengucap syukur untuk firman di hari ini yang membangkitkan semangat hidup untuk memiliki harapan dan tetap berusaha dalam iman walaupun sepertinya tidak ada harapan. Tetapi pengharapan di dalam Tuhan Allah adalah pasti. Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top