Renungan Harian: Selasa 12 Desember 2023, Yesaya 9: 2 Bersukacita dan Bersoraklah


Yesaya 9 : 2

Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.

Bersukacita dan Bersoraklah

Bagaimana suasana hati dan pikiran ketika kita sakit dan disembuhkan, ketika kita berkekurangan dan ada orang memberikan bantuan, ketika dalam keadaan yang terdesak dan hampir tidak ada bantuan dan ada yang menolong kita atau ketika dalam waktu yang lama kita dimusuhi orang karena perbuatan kita yang sungguh keterlaluan dan tiba-tiba dia mendatangi kita dan berkata “kita so kaseh maaf pa ngana, sudah jo inga-inga kong mari jo torang berdamai”? (Saya sudah memaafkan kamu, sudah jangan ingat-ingat lagi, dan mari kita berdamai).

Apa yang akan kita lakukan atau bagaimana kita akan mengungkapkannya? Rasanya kita ingin memeluknya dan pasti ucapan banyak terima kasih kita akan sampaikan pada orang-orang yang memberikan kita pertolongan dan bantuan terlebih yang memberi kita maaf.

Ayat 2.a “Engkau telah menimbulkan banyak sorak sorai dan sukacita yang besar” adalah suasana yang digambarkan dalam nubuatan Yesaya atas keadaan yang akan dialami oleh bangsa Israel saat oleh pengasihan Tuhan Allah mereka akan dilepaskan, dibebaskan dari penindasan bangsa Asyur. Sukacita yang digambarkan sama seperti sukacita para petani yang sangat senang ketika usaha bercocok tanam yang dikerjakan dengan sabar berhasil dan tiba waktunya untuk panen besar. Sorak-sorai yang digambarkan seperti para prajurit yang menang perang dan mendapatkan banyak rampasan dan membagi-bagi jarahannya. Demikian hidup kita sebagai orang-orang yang sudah ditebus dan diselamatkan Tuhan Allah, maka harusnya hidup kitapun dipenuhi dengan sukacita dan sorak-sorai karena hal yang penting dan sangat berharga telah kita nikmati yaitu keselamatan dari Tuhan Allah.

Perayaan Minggu-minggu Adven ini memberikan kita kesempatan untuk menanti, menunggu sampai pada saatnya merayakan Natal Tuhan Yesus dengan iman yang nampak dalam keseharian hidup. Iman yang bukan hanya mementingkan kebutuhan materi atau selebrasi dan perayaan yang mewah, tapi kesungguhan dan kemurnian hati kita yang bersukacita dan bersorak-sorai pada Tuhan Yesus Kristus, Sang Imanuel, Juruselamat kita. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, buatlah kami selalu mengerti bahwa kasih-Mu sungguh telah menebus dan mengampuni dosa serta menyelamatkan kami dari kebinasaan. Tolong bentuk kami untuk selalu setia di jalan keselamatan-Mu. Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top