Renungan Harian: Sabtu 23 Desember 2023 – Sejarah Keselamatan Allah – Matius 1:17


Matius 1:17

Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

SEJARAH KESELAMATAN ALLAH

Setiap manusia bahkan suatu kelompok masyarakat pastilah punya sejarah masa lalu. Kejadian masa lalu yang sempat dicatat dan dikumpulkan kembali atau ada cerita masa lampau, digali kembali, dikaji dan dibukukan untuk dijadikan pegangan tentang keberadaan atau kehidupan di masa lalu. Hal ini penting untuk menjadi referensi mengenai sejarah masa lampau. Walaupun pembacaan Alkitab yang dikisahkan di sini bukanlah semata-mata untuk maksud menampilkan sejarah, tetapi ini adalah sesuatu yang melampaui pemikiran manusia. Dan yang terutama, yaitu sebagai refleksi iman tentang kerajaan Allah.

Semuanya bermula pada Abraham sebagai tokoh penting dalam sejarah bangsa Israel. Sebab dengan menyebut namanya maka bagian ini mau mengingatkan kembali tentang penggenapan janji berkat pada keturunannya dan penggenapan itu ada pada raja Daud. Kehadiran Daud sebagai raja, sudah mulai menampakkan tentang menjadi berkat bagi orang lain, walaupun belum meluas pada bangsa sekitar. Tetapi sesudah itu, keberadaan kerajaan di Israel seiring berjalannya waktu mulai meredup bahkan sampai pada titik nadir yang terendah. Karena ketidakmampuan raja-raja sesudah Daud untuk mempertahankan kekuasaan menurut cara yang berkenan pada Tuhan Allah. Sehingga peristiwa pembuangan adalah cara yang diijinkan Tuhan Allah untuk membuat bangsa Israel kembali pada jalan yang benar.

Berita Yesus Kristus setelah pembuangan ke Babel dalam silsilah Yesus Kristus sangat penting. Dalam perspektif Tuhan Yesus Kristus yang diimani sebagai Raja yang berkuasa. Meskipun konsep kerajaan ini kemudian diperluas, yang bukan hanya milik bangsa Israel, tetapi setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Raja (Ibrani 1:8). Sehingga tahta Yesus Kristus sebagai Mesias adalah tetap untuk selama-lamanya. Bahkan tongkat kerajaan-Nya adalah tongkat kebenaran digunakan dalam masa pemerintahan-Nya, sambil menantikan langit baru dan bumi yang baru (Lih.Why.21). Di bagian akhir, Matius langsung menggunakan nama Kristus untuk memperlihatkan bahwa benar Ia adalah yang diurapi (Khristos) yang punya perngertian yang sama dengan Mesias (Mashiakh-Ibrani).

Sebagai keluarga Kristen, yang tinggal beberapa hari akan merayakan Natal, maka kita harus percaya dan meyakini janji Tuhan Allah tentang berkat-Nya bagi kita. Kesabaran dan menyerahkan sepenuhnya pada kuasa Tuhan Allah adalah perilaku yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya. Jangan pernah hilang pengharapan manakala ada tantangan dan pergumulan dalam hidup. Sebab gereja harus melanjutkan tugas panggilannya sesuai dengan pemenuhan janji pada Abraham. Di mana gereja atau orang percaya telah dipersatukan sebagai warga keluarga Kerajaan Allah dengan Yesus Kristus, sebagai Tuhan dan raja. Dan setiap orang yang hidup mengikuti seperti iman Abraham menjadi anak-anak perjanjian-Nya. Amin.

DoaYa Tuhan Allah, ajari kami untuk tidak hanya sampai pada menyembah-Mu tapi melakukan segala perintah-Mu dalam hidup ini. Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top