Renungan Harian: Sabtu 20 Januari 2024, Matius 7:23 Lebih Baik Berterus Terang


Matius 7 : 23

Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

BERTERUS terang artinya berkata jujur atau mengatakan secara terbuka sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Apabila kita memberikan pendapat atau memberi saran pada orang lain agar mereka harus jujur dan berterus terang merupakan sesuatu yang gampang. Tetapi bila hal itu disarankan orang lain kepada kita, belum tentu kita mau melakukannya. Sebab memang perilaku jujur dan berterus terang adalah suatu perbuatan yang sangat sulit untuk dilakukan. Dan biasanya kesulitan berterus terang itu memiliki alasan yang berbeda-beda. Ada yang takut orang lain tersinggung dan marah, ada yang enggan melakukannya karena tidak mau mencampuri urusan orang lain, dan ada yang acuh tak acuh karena tidak mau direpotkan serta tidak mau ribut dengan hal-hal yang bukan untuk kepentingannya.

Untuk berterus terang memang harus berlangsung dengan jujur dan terbuka apa adanya. Sebab bila tidak, pasti akan menimbulkan tekanan jiwa, yang lama kelamaan akan membawa kita pada suatu keadaan yang tidak nyaman, stress, bahkan ada yang sampai berujung pada depresi (tertekan jiwa). Karena itu, ada teori yang mengatakan bahwa akan jauh lebih baik bila kita berterus terang terhadap suatu permasalahan, agar perasaan dan hati kita bisa lega, plong atau terbebas dari beban pikiran dan perasaan yang menekan kehidupan.

Pembacaan Firman Tuhan yang menjadi perenungan kita hari ini memperlihatkan sikap Yesus Kristus yang berterus terang terhadap sikap orang-orang yang pada hari terakhir akan meminta bagian hidup dalam Kerajaan Sorga untuk apa yang pernah mereka lakukan. Perkataan Yesus Kristus bahwa “pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka”, merupakan seruan yang menunjuk pada suatu sikap yang bukan hanya tegas, tetapi juga jujur dan terbuka menyatakan ketidaktulusan orang yang atas nama-Nya melayani yang sebenarnya tidak berdasar pada kehendak Tuhan Allah.

Oleh karena itu, melalui Firman Tuhan ini, marilah kita belajar terbuka dan berterus terang terhadap berbagai hal, baik yang berhubungan dengan persoalah pribadi kita sendiri, maupun terhadap persoalan sesama kita. Namun berterus terang bukan berarti “mulu-mulu” atau “karlota”, melainkan mengatakan apa adanya sehingga terhindarlah kita dari kehidupan yang selalu berdusta. Amin!

Doa: Ya Allah, Bapa dalam Yesus Kristus, berikanlah kami hati yang selalu mau untuk berterus terang dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan, agar kami terhindar dari ucapan yang selalu berdusta di hadapan sesama kami. Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top