Renungan Harian: Sabtu 16 Desember 2023, Yesaya 9 : 6 Damai Sejahtera, Keadilan dan Kebenaran Tuhan


Yesaya 9 : 6

Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.
Damai Sejahtera, Keadilan dan Kebenaran Tuhan
Cita-cita luhur bangsa Indonesia adalah menjadi bangsa yang adil makmur sejahtera. Dan keluarga kita pun berharap mengalami dan menikmati keadaan itu. Karena itu kita akan rasa marah, kecewa, kesal kalau ada orang-orang yang sengaja membuat kekacauan di lingkungan kita, bahkan kita juga tidak senang ketika ada orang yang berlaku tidak adil dengan kita. Terutama saat ada orang-orang yang sengaja memutarbalikkan kebenaran dan mendustai kita.Keadaan seperti inilah yang akan dikembalilkan dan akan diteggakkan kembali oleh Tuhan Allah dalam kehidupan umat Israel. Karena hanya Tuhan Allah dengan kekuasan-Nya yang tidak terbatas itulah yang sungguh akan menghadirkan dan menyediakan damai sejahtera yang terus-menerus dan tidak akan pernah berkesudahan. Inilah jaminan pemerintahan Raja Damai, yang tidak akan pernah sama dengan pemerintahan raja-raja dunia. Karena pemerintahan yang dihadirkan Tuhan Allah didasarkan dan dikokohkan dengan keadilan dan kebenaran yang bukan hanya sesaat tapi selama-lamanya. Dan sang Raja Damai ini lahir dan hadir lewat suku Daud sehingga inipun menujuk pada Yesus Kristus yang lahir dari keturunan Daud yaitu Yusuf dan Maria yang lahir di Betlehem Kota Daud.
Damai sejahtera janganlah hanya menjadi sebuah impian dan harapan, tapi mari hadirkanlah itu mulai di keluarga kita, “baku bae, baku hormat, baku sayang, baku mangarti” dan itu dimulai dengan tindakan yang adil dan benar. Sebab tanpa keadilan dan kebenaran akan susah untuk menikmati rasa damai dan sejahtera. Jadi saatnya sekarang mama, papa bicara yang benar dan tidak saling mendustai supaya menjadi contoh dan cerminan bagi anak-anak. Berlakulah adil buat semua anak sehingga tidak akan ada yang merasa dinomorduakan oleh orang tua. Sebab kasih Tuhan Allah bagi kita adalah sama dan benar-benar dinyatakan dan tidak sekedar janji yang manis. Teruslah kita ingat bahwa Tuhan Allah cemburu ketika kita tidak melakukan sebagamana yang dikehendaki-Nya. Amin.

Doa: Ya Tuhan yang Maha adil dan benar, jadikanlah dan mampukanlah kami juga untuk mengikuti langkah jejak-Mu agar di mana saja kami ada, damai sejahtera boleh ternikmati. Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top