Renungan Harian: Rabu 3 Januari 2023 – Jangan Lupa Diri, Kita Adalah Anak-Anak Allah! – Ulangan 8:7.a dan 10


Ulangan 8:7.a dan 10

Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung;
Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu.

Jangan Lupa Diri, Kita Adalah Anak-Anak Allah!

Memuji adalah penghargaan kepada seseorang untuk mengakui atas suatu perbuatan yang dianggap baik. Karena itu orang yang tahu mengucap syukur dan membalas budi baik orang dipandang sebagai orang yang tahu diri. Dalam keadaan kesenangan, kegirangan dan kegembiraan yang berlebihan karena kesuksesan, keberhasilan, kenikmatan dan kekayaan dapat membuat seseorang lupa diri, lupa ingatan atau Ekstase (Yunani = ekstasis, yang berarti ‘di luar diri sendiri’). Hidup terasa melayang, fly.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan bangsa Israel bahwa mereka akan memasuki tanah Kanaan yang dijanjikan kepada nenek moyang dan akan tersedia makanan yang berlimpah. Karena itu mereka akan makan kenyang. Ada ungkapan. “makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.” Ungkapan ini mengandung hikmat atau pelajaran untuk hidup sehat. Hidup sehat dalam arti sehat jasmani dan rohani. Sebab orang yang makan kenyang berlebihan disebut rakus dan akan membuatnya malas serta ngantuk lalu tertidur pulas bermimpi. Ungkapan `orang yang bermimpi di siang bolong’ adalah orang yang hidup dalam halusinasi. Orang seperti itu sering lupa siapa dirinya; dari mana ia berasal dan untuk apa ia hidup?

Tuhan Allah mengingatkan umat pilihan-Nya agar senantiasa mengingat dari mana mereka berasal dan untuk apa mereka menjadi umat pilihan-Nya! Sebagai keluarga Kristen, kita adalah umat pilihan-Nya. “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.” (Galatia 3:26-27)

Firman hari ini mengingatkan kita agar selalu menjaga kesadaran atau tetap siuman dalam keadaan senang atau susah. Kita jangan hanyut dalam kesenangan yang berlebihan dan larut dalam kesedilan yang mendalam yang sering membuat manusia lupa diri dan melupakan Tuhan Allah pemilik hidup dan pemberi berkat.

DoaYa Tuhan Allah, tolonglah kami agar selalu berjaga-jaga atau tetap siuman dalam keadaan susah dan senang agar kami tidak lupa diri. Karena, kami adalah anak-anak-Mu oleh iman kepada Yesus Kristus. Amin. (Amin)

Berita Terkait

Top