Renungan Harian: Rabu 27 Desember 2023, Yohanes 1:10-12 Mengenal Dan Menerima Kuasa Allah


Yohanes 1 : 10-12

Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 

Mengenal dan Menerima Kuasa Allah

Ada ungkapan ‘tidak dikenal maka tidak disayang.’ Ungkapan ini memiliki makna orang akan disayang jika dia dikenal atau mengenal seseorang itu sangat penting. Karena dengan mengenal maka kita akan memahami dan mengetahui karakter, idenya, rencana dan tujuannya. Mengenal juga akan membuat kita lebih dekat dan akrab dalam membangun komunikasi. Bahkan relasi dengan orang yang saling mengenal itu penting didalam membangun suatu komunitas sekuler, apalagi komunitas sakral. Demikian juga pemberitaan firman Tuhan hari ini. Yesus Kristus telah datang untuk memperkenalkan diri agar dunia mengenalnya. Tetapi tidak semua orang mau mengenalnya, karena setiap manusia memiliki kehendak bebas untuk memilih. Itu adalah salah satu hakikat manusia sebagai ciptaan Tuhan Allah.

Karena itu, mereka yang mengambil keputusan untuk memilih dan menerima-Nya, serta mau mengenalnya, diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Berkat khusus ini, bagi mereka yang menerima kuasa bertujuan untuk melaksanakan tugas sebagai anak-anak Allah, yaitu bersaksi tentang Dia kepada dunia ini. Sebagaimana dikatakan Lukas dalam Kisah Para Rasul 1:8, ketika Yesus Kristus hendak naik ke sorga Ia berpesan kepada murid-murid-Nya dan kepada pengikut-Nya untuk menjadi saksi sampai ke ujung bumi. Tugas ini sangat penting untuk menjangkau mereka yang belum percaya di mana pun dan dalam keadaan bagaimana pun kondisinya. Karena tugas ini berat, maka mereka “menerima kuasa” (Yun. “Dunamis” = Menerima kuasa dari tempat tinggi. menerima kuasa supranatural). Kuasa ini diberikan untuk menghadapi atau menangkal serangan dari kuasa jahat dan atau membentengi orang percaya dalam melaksanakan tugas panggilannya.

Gereja mula-mula menghadapi penganiayaan dan penghambatan yang begitu berat. Di satu pihak, penguasa dan masyarakat mencurigai dan menekan komunitas Kristen ini, sebagai golongan yang mengancam otoritas pemerintahan. Di lain pihak penganut agama-agama pribumi, menganggap mereka sebagai golongan yang hendak mengancam menggantikan kepercayaan mereka.

Sebagai keluarga Kristen, yang telah mengenal dan menerima serta mendapat kuasa dari Tuhan Allah. Sebagaimana berita-berita yang telah kita dengar selama perayaan Natal, kita diingatkan untuk melaksanakan tugas panggilan-Nya dengan penuh dedikasi, taat dan setia dengan keberanian yang berkobar dalam memasuki tahun baru sebagai tahun rahmat Tuhan.

Doa: Ya Tuhan Yesus, jadikanlah kami anak-anak-Mu sebagai pewaris harta sorgawi yaitu keselamatan kekal daripada-Mu. Dan mendedikasikan hidup menyaksikan Engkau kepada dunia di mana kami berada. Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top