Renungan Harian: Rabu 17 Januari 2024, Matius 7:19-20 Hidup Yang Memberi Manfaat


Matius 7 : 19-20

Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

PADA beberapa waktu yang lalu melalui wawancara salah satu siaran televisi swasta nasional menghadirkan seorang perempuan, anak seorang tukang becak yang berhasil dalam studi mulai dari tingkat Strata 1 (S1), S2 sampai S3 dengan kemampuan meraih nilai Index Prestasi Kumulatif (IPK) 4,0. Ini berarti dia dapat meraih penghargaan akademik tertinggi yaitu Summa Cumlaude. Dan sudah barang tentu prestasi hidup dari anak tukang becak ini bukan hanya menjadi kebanggaan orang tua, tetapi juga semua orang. Baik di dalam keluarganya maupun di lingkungan masyarakat bahkan bagi semua orang yang menyaksikan siaran televisi itu. Prestasi yang diraih oleh anak tukang becak itu tentu bukan persoalan yang ringan, karena hal itu membutuhkan perjuangan yang sangat berat, yaitu belajar dan terus belajar bahkan terus berupaya sehingga prestasi yang dirah itu tetap konstan dan tidak surut melainkan terus meningkat dari waktu ke waktu. Ini berarti dia telah membuat hidupnya menjadi bermakna dan memberi manfaat, baik bagi dirinya, orang tuanya maupun bagi teman-teman kuliahnya.

Pembacaan Alkitab dan perenungan Firman Tuhan hari ini juga sebenarnya menunjuk pada soal hidup yang memberi manfaat. Sebab Yesus Kristus memberi perumpamaan bahwa setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Maksudnya ialah bahwa hidup itu harus memberi sesuatu yang bermanfaat, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Memang ada banyak pohon yang menghasilkan buah tetapi tidak bermanfaat, misalnya buah yang dihasilkan busuk atau matang sebelum waktunya (tinasi). Mengenai pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, Yesus Kristus juga pernah memberi perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah dalam Lukas 13:7 “Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!”.

Dengan demikian sangat jelas maksud dari Firman Tuhan hari ini, bahwa kehidupan kita sebagai orang Kristen tidak hanya terbatas pada soal percaya saja, tetapi harus memberi buah yang bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain, suka menolong, tidak menganggap diri lebih benar dari orang lain, rela melayani Tuhan tanpa pamrih, rela berkorban harga diri untuk mengampuni. Pendek kata hidup harus memberi manfaat, agar Yesus Kristus terus dimuliakan dari dan dalam kehidupan kita. Amin!

Doa: Ya Yesus Kristus, Tuhan, betapa kami rindu untuk memberi hidup bermanfaat bagi banyak orang. Karena itu Roh Kudus-Mu kiranya memampukan kami, agar kami tidak mengandalkan kemampuan diri sendiri untuk bermanfaat bagi orang lain, tetapi semua berlangsung dalam kehendak-Mu. Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top