Renungan Harian: Rabu 13 Desember 2023, Yesaya 9:3 Beban Yang Dipatahkan Tuhan


Yesaya 9 : 3

Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.

Beban Yang Dipatahkan Tuhan

Kuk, gandar, tongkat adalah alat-alat yang biasanya digunakan oleh para petani pada ternak untuk mengolah tanah pertanian. Seperti itulah gambaran orang-orang Israel di tangan para penindas. Mrereka mengalami keadaan yang sangat memberatkan hidup karena diperlakukan seperti hewan dengan beban kerja yang begitu berat. Ada tongkat yang sewaktu-waktu memukul mereka ketika melakukan kesalahan. Sungguh berat ujian hidup yang ditimpakan Tuhan Allah pada mereka untuk membuat hidup lebih baik. Sampai waktunya mereka dibebaskan dari situasi sulit itu, saat itulah yang digambarkan oleh Yesaya bahwa kuk, gandar dan tongkat para penindas telah dipatahkan Tuhan Allah. Dan mereka mengalami kelegaan dalam hidup karena tidak ada lagi beban yang menekan.

Bagaimana keadaan hidup kita di minggu Adven yang kedua ini? Apakah kita sedang tertekan, tertindas dan teraniaya? Apakah persiapan kita di masa raya Adven yang kadang lebih fokus pada persiapan fisik dan materi telah membebani keluarga kita? Adakah kita terbeban karena gengsi demi harga diri dalam perayaan Natal, tidak mau ketinggalan atau paling kurang sama dengan tetangga? Suatu perenungan bagi kita di masa raya Adven ini, bahwa Tuhan Yesus Kristus sudah datang ke dalam dunia ini untuk melepaskan kita dari berbagai beban dan pergumulan hidup dengan cara mendatangi kita dalam kesederhanaan di kandang hina Betelehem? Jangan lagi kiranya karena persiapan materi itu kita memasang kuk dan gandar yang baru sehingga semakin dekat perayaan Natal justru seolah-olah kita dikejar-kejar oleh tongkat yang memukul diri kita sendiri. Tapi marilah kita nikmati saat yang indah, yang penuh kedamaian, yang membuat kita semakin karib dan mesra membangun hubungan dalam keluarga berlandaskan kasih Tuhan Yesus Kristus. Amin.

Doa: Terima kasih Tuhan Allah untuk kasih-Mu yang mematahkan semua beban hidup kami. Ajarlah kami untuk selalu menikmati hidup ini berdasarkan kasih dan kesederhanaan yang diteladankan oleh Yesus Kristus, bukan karena keinginan kami yang justru kadang membebani hidup. Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top