Renungan Harian: Rabu 10 Januari 2024, Filipi 3:7-9 Beruntung Karena Kristus


Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.

Beruntung Karena Kristus

Setiap orang di dunia ini selalu mengharapkan keberuntungan dari pada kerugian. Baik dalam dunia usaha (perniagaan) maupun dalam tugas kerja setiap hari. Sebab hidup beruntung pasti mendatangkan sukacita di dalam hati dan pikiran. Sedangkan kerugian akan selalu mendatangkan krisis dalam berpikir yang membuat hati kecewa. Karena itu beruntung selalu dianggap sebagai kemujuran dan kerugian selalu dianggap sebagai kesialan. Akan tetapi, beruntung sebagai kemujuran bukanlah sesuatu yang diperoleh dengan instan. Bukan juga sesuatu yang didapat bagaikan orang bermain judi atau memenangkan undian, melainkan sebuah kerja keras dengan perjuangan hidup yang sungguh-sungguh. Oleh sebab itu, bagi kita yang hidup di zaman ini, bekerja keras, berjuang dengan gigih pasti akan mendatangkan hasil yang menguntungkan, sehingga ada banyak orang yang menyetujui kalimat ini: “kerja keras pasti tidak akan mengkhianati hasil.”

Rasul Paulus dalam pembacaan firman Tuhan hari ini mendeskripsikan (menggambarkan) kepada kita tentang hal yang memberinya kerugian dan keuntungan. Ia menggambarkan bahwa pada masa lalu ketika hidup belum mengenal Yesus Kristus, menganiaya jemaat Tuhan atau “pengikut jalan Tuhan” (Kisah 9:2), adalah sebuah kebanggaan. Sebab, siapa pun yang kedapatan mengikut jalan Tuhan, pasti akan ditangkap, diancam dan dibawa ke Yerusalem untuk dianiaya lalu dibunuh. Dan perlakuan ini menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan dan menguntungkan baginya. Karena dengan itu ia seolah-olah menjadi orang yang sangat populer, karena itu ia sangat disegani bahkan ditakuti. Namun ketika ia ditangkap oleh Yesus Kristus (Kisah 9:3-18) dan menjadi rasul Kristus, maka segala sesuatu yang di luar Yesus Kristus dipandangnya sebagai kerugian. Dan pengetahuannya tentang tradisi Yahudi serta popularitas diri, semuanya menjadi tidak berguna bahkan dianggapnya sebagai sampah.

Melalui firman Tuhan hari ini, rasul Paulus memberikan motivasi hidup bagi kita semua, bahwa melaksanakan tugas dan kerja kita setiap hari harus mengutamakan Yesus Kristus. Memang kita memiliki berbagai kesibukan, namun dalam kesempatan ini Paulus mengajak kita untuk mencontohi dirinya. Dia juga adalah orang yang memiliki kesibukan sebagai tukang kemah (Kisah 18:3), namun ia dengan setia menjalani tanggungjawabnya sebagai pemberita Injil (rasul). Baginya, hidup dalam Yesus Kristus atau melaksanakan kehendak-Nya adalah sebuah kebenaran. Dan memiliki kebenaran dalam Yesus Kristus itulah yang memberinya keuntungan bahkan sesuatu yang lebih mulia dari segala-galanya. Oleh karena itu, meskipun waktu kita tersita dalam berbagai kesibukan, tetapi marilah kita tetap mempertahankan kehidupan percaya kita dalam Yesus Kristus sebagai yang utama dari segala sesuatu. Karena dapat memberi keuntungan kekal yaitu meraih mahkota kebenaran. Seperti yang dinasihatkanya kepada Timotius: “Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya…” (2 Timotius 4:8). Amin.

Doa: Ya Yesus Kristus, bimbinglah kami untuk dapat memiliki-Mu, agar kami beroleh keuntungan kekal yaitu mahkota kebenaran yang bukan dengan kemampuan diri kami, melainkan kasih karunia yang dari pada-Mu. Amin! (rhkgmim)

Berita Terkait

Top