Renungan Harian: Kamis 4 Januari 2024, Ulangan 8:11 dan 14 – Hati-Hati, Jangan Lupakan Tuhan


Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;
jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan,
Hati-hati, Jangan Lupakan Tuhan
Tuhan hari ini mengingatkan orang percaya agar “Hati-hati, …jangan melupakan Tuhan Allahmu.” Manusia sering kurang berhati-hati atau ceroboh karena berbagai alasan. Beberapa faktor penyebabnya: kecemasan atau tekanan hidup, terburu-buru mengambil keputusan; kondisi mental atau fisik seperti kelelahan atau gangguan kognitif dapat mengurangi kemampuan seseorang untuk berpikir dengan jernih dan berhati-hati; terlalu percaya diri dan tidak peka terhadap lingkungan.Sementara, manusia sering lupa karena otak harus mengelola banyak informasi setiap hari dan tidak semua informasi dapat disimpan dalam ingatan jangka panjang. Beberapa penyebab manusia lupa atau tidak ingat adalah gangguan perhatian, stres, kurang istirahat, kurangnya pengulangan informasi yang penting dan faktor penuaan. Ingatan manusia juga cenderung selektif, mengingat informasi yang dianggap penting atau bermakna sementara melupakan yang tidak penting. Penyebab lain orang Iupa diri adalah menjadi tinggi hati karena berbagai alasan, seperti ego yang besar, rasa superioritas, kebanggaan diri yang berlebihan, atau rasa tidak mau kalah. Perasaan ini dapat timbul dari berbagai pengalaman dan kondisi, seperti kesuksesan, pengakuan dan ketidakpedulian terhadap perasaan orang lain.

Tinggi hati dapat menjadi sifat negatif dan menghambat hubungan dengan sesama dan dengan Tuhan Allah. Untuk mengatasi tinggi hati dan sombong orang harus memiliki belas kasihan, rendah hati dan empati terhadap sesama, seperti orang Samaria yang murah hati.

Musa mengingatkan pengalaman bangsa Isreal selama 40 tahun yang jatuh dan bangun dalam pengembaraan di padang gurun menjadi pelajaran berharga untuk mengingat kebaikan dan berkat Tuhan Allah. Juga mengingat hukuman karena tidak setia, melupakan dan mengabaikan hukum Taurat dan Ketetapan dan Peraturan-Nya.

Sebagai keluarga Kristen, kita perlu belajar dari pengalaman orang beriman dalam Alkitab. Untuk itu pendidikan dalam keluarga dan pembinaan kerohanian dalam keluarga sangat penting bagi orang percaya agar percaya diri, iman tidak goyah, terampil mengambil keputusan dan bersikap secara baik.

Doa: Ya Tuhan Allah, terima kasih atas firman-Mu yang mengingatkan kami untuk berhati-hati agar selalu berpegang pada firman-Mu dan tidak melupakan Engkau sebagai pemilik hidup dan sumber berkat. Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top