Renungan Harian: Kamis 28 Desember 2023, Yohanes 1:13-14 Firman Yang Menjadi Manusia


Yohanes 1 : 13-14

Orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Firman yang Menjadi Manusia

Kesukacitaan yang tiada taranya dalam kehidupan setiap orang percaya adalah ketika kita baru saja merayakan hari kelahiran Yesus Kristus. Sebenarnya ini bukan hanya perayaan biasa, sebab di dalamnya terkandung makna yang sangat dalam. Karena itu, rasa sukacita yang kita miliki jangan hanya sebatas gembira, senang, tetapi harus dimaknai dalam hidup secara benar dan bertanggungjawab. Apalagi sesudah perayaan Natal ini, kita akan memasuki perayaan Tahun Baru. Suasana sukacita ini juga terkadang dapat membuat kita terbawa dengan sukacita yang ditawarkan oleh dunia ini, yang bisa saja menyeret kita dalam kehidupan yang menjauhi Firman yang menjadi manusia ini.

Firman Tuhan hari ini, menyatakan tentang Firman yang telah menjadi manusia dan diam di antara manusia. Kata Firman dalam Bahasa Yunani adalah “Logos”. Kata ini adalah terjemahan dari kata Ibrani “Dabar” yang juga berarti firman, atau perkataan Tuhan Allah. Para pembaca kitab ini memahami apa yang disampaikan dalam konteks jemaat yang berlatar belakang Yunani, bahwa Yesus Kristus sesungguhnya adalah Tuhan Allah yang berinkarnasi dalam diri-Nya. Ia benar-benar telah menjadi manusia, bahkan tinggal bersama dengan manusia, untuk merasakan dan bergumul bersama manusia dalam menghadapi berbagai problematika hidup. Yesus Kristus pernah mengalami semua yang dialami manusia. Ia pernah merasa lapar, haus, menangis, marah, menderita, bahkan puncak dari penderitaan-Nya itu adalah mati di kayu salib. Tapi semua itu dilakukan-Nya untuk menebus dosa-dosa manusia. Dan kematian-Nya bukanlah akhir segala-galanya, sebab la bangkit untuk menyatakan kemenangan atas dosa dan maut supaya manusia diselamatkan.

Suatu berkat yang luar biasa bagi setiap orang percaya, karena kasih karunia Tuhan Allah dalam diri Yesus Kristus. Dia mau solider, menjadi sama seperti manusia agar dengan kasih-Nya, maka segala keterbatasan, kelemahan manusia ditanggung-Nya. Dengan demikian manusia mempunyai kekuatan yang besar untuk menghadapi masalah, kesulitan dan pergumulan hidup.

Sebagai keluarga Kristen kita bersyukur, Yesus Kristus yang adalah firman telah menjadi manusia. Tuhan Allah telah melawat kita sehingga kita mampu berdiri teguh untuk melihat kasih dan kebenaran-Nya dalam hidup kita, karena kita adalah anak-anakNya. Dia adalah anak tunggal Bapa yang telah menjadi manusia untuk menebus dosa kita. Oleh sebab itu mari kita syukuri kedatangan-Nya dengan bertekad untuk hidup sesuai kehendak-Nya. Baik dalam mengakhiri tahun ini, maupun dalam kehidupan di tahun yang baru. Amin.

Doa: Ya Tuhan Yesus, tolonglah kami untuk terus bersyukur karena engkau adalah Tuhan dan Juruselamat kami yang telah menebus dosa-dosa kami. Ajarilah kami terus melalui firman-Mu dalam Alkitab untuk berjuang tidak berbuat dosa lagi. Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top