Renungan Harian: Kamis 21 Desember 2023, Matius 1:7-11 Firman Tuhan Harus Menguasai Hidup Orang Percaya


Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,

Firman Tuhan Harus Menguasai Hidup Orang Percaya 

Teori tabula rasa yang sedikit banyak dipengaruhi oleh John Locke, menyatakan bahwa manusia terlahir seperti kertas putih yang kosong. Di mana pertumbuhan pemikiran atau sumber pengetahuannya adalah melalui pengalaman hidup yang didapatnya atau melalui inderawinya. Artinya bahwa ternyata kehidupan seseorang itu akan dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, terlebih orang-orang yang dekat dengannya. Misalnya, seorang anak dalam masa pertumbuhannya akan dipengaruhi oleh perilaku orang tuanya, atau seorang suami akan mempengaruhi perilaku istri atau sebaliknya.

Hal inilah yang dialami oleh Salomo, sebagai seorang raja di Israel. Salomo dikenal sebagai raja yang awalnya sangat baik. Dia meminta hikmat dan pengertian dari Tuhan (2Taw.1:10), dan Tuhan menganugerahinya dengan hikmat. Bahkan prestasi yang paling luar biasa adalah ketika Salomo berhasil membangun Bait Allah (1 Raj.6:1-38). Tetapi pengaruh perkawinan dengan istri-istri yang melakukan penyembahan kepada berhala, yang meskipun secara politis memberi keuntungan baginya dan bagi orang Israel, tetapi dari sisi kerohanian mengalami kemerosotan yang luar biasa. Baik di zamannya maupun beberapa generasi sesudahnya, sampai mereka di buang ke Babel.

Di zaman Salomo, ibadah kepada Tuhan Allah mulai dipengaruhi dengan penyembahan berhala, bahkan ada upaya mencampuradukan keduanya. Dan cara-cara ini yang terus
menggerus kehidupan kerohanian yang benar di hadapan Tuhan Allah. Bukan hanya bagi dirinya, tapi juga kemudian mempengaruhi keseluruhan umat Israel yang dipimpinnya. Cara hidup yang seperti ini, sangat dibenci oleh Tuhan Allah. Tuhan Allah menginginkan setiap orang yang percaya pada-Nya melakukan penyembahan yang benar dan cara-cara yang dikehendaki-Nya. Harus diingat bahwa Tuhan Allah punya cara tersendiri untuk menegur bahkan menghukum umat yang tidak hidup dalam ketaatan dan kesetiaan yang benar kepada-Nya. Tuhan Allah menginginkan agar kehidupan iman kita tetap tertuju pada Dia. Bahkan kualitas kerohanian orang percaya seharusnya mengalami perobahan ke arah yang lebih baik atau mengalami perkembangan ke arah yang lebih baik yang lebih berkenan pada Tuhan Allah.

Karena itu, sebagai satu persekutuan keluarga Kristen, dalam menghayati minggu-minggu adven (penantian) ini, marilah kita hidup benar dan bekenan di hadapan Tuhan Allah. Hidup kita harus dikuasai firman Tuhan, baik pikiran, perkataan dan perbuatan haruslah selaras dengan kehendak-Nya. Jangan biarkan ruang hati dan ruang pikiran kita justru dikuasai oleh suasana sekitar bahkan dengan orang-orang yang dekat dengan kita yang hidupnya tidak bekenan kepada-Nya. Melainkan, biarlah firman Tuhan yang memakai kita untuk menguasai suasana sekitar bahkan orang-orang di sekitar kita. Jadikan Tuhan Allah sebagai yang pertama dan yang utama dalam hidup keluarga kita. Amin.

Doa: Bapa kami yang di sorga, sinarilah dan terangilah hati dan pikiran masing-masing anggota keluarga kami dengan Roh Kudus-Mu, agar kami menjadi alat kesaksian-Mu bagi orang lain. Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top