Renungan Harian: Jumat 8 Desember 2023, Mazmur 85:11-12 Tumbuh, Bertemu, Bercium-ciuman


Mazmur 85 : 11-12
Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.

Ungkapan bercium-ciuman di sini adalah pertemuan yang mesra. Bercium-ciuman, bukan hanya terjadi pada dua orang yang berlawanan jenis atau suami isteri yang saling menyayangi yang mewujudkan kasih sayangnya dengan cara bercium-ciuman. Mazmur ini sedang menjelaskan tentang makna rohani yang dalam, sehingga menghubungkan dengan “bertumbuh, bertemu. dan bercium-ciuman.”
Peristiwa kejatuhan manusia dalam dosa adalah kisah tentang kasih dari sorga tidak bertemu dengan kesetiaan di bumi. Saat Tuhan Allah menempatkan manusia di taman Eden sebagai perwujudan kasih pemeliharaan-Nya, maka Ia menciptakan di taman itu banyak pohon yang buahnya enak, manis, gurih yang dapat dimakan manusia untuk melanjutkan kehidupan. Tetapi juga di taman itu ada buah buah pohon tentang yang baik dan yang jahat. Tuhan Allah melarang manusia memakannya, sebab jika memakannya mereka pasti akan mati. Kasih Tuhan Allah kepada ciptaan-Nya, dilawan menusia dengan ketidaktaatannya. Kasih dan kesetiaan tidak dapat bertemu.

Berita adven yang disampaikan minggu ini adalah Tuhan Allah merancang karya penebusan bagi manusia yang berdosa dan tidak taat agar kembali mendapatkan damai sorgawi. Pemazmur 85:11-12 menyampaikan visi tentang karya penebusan itu dengan sangat puitis, di mana: kasih dan kesetiaan, keadilan dan damai sejahtera, mengalami proses metamorfosa yakni: tumbuh, bertemu, dan bercium-ciuman. Proses ini adalah proses sosial spiritual yang terangkum dalam karya penebusan Tuhan Allah. Kasih yang terhambat oleh berbagai hukum agama, demikian juga kesetiaan hanya karena legalitas agama, maka ketika Tuhan Allah melakukan karya penebusan terjadilah proses metamorfosa “tumbuh, bertemu dan bercium-ciuman”.

Yohanes 1:1-14 menyampaikan dengan indah proses bagaimana Firman menjadi manusia. Yesus Kristus datang sebagai terang di tengah kegelapan dunia. Salah satu kisah dalam proses itu disampaikan penginjil Lukas saat Yesus Kristus bertemu dengan bertamu di rumah Zakheus. Yesus Kristus berkata “Anak manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang”

Ayat 11-12 adalah visi yang sangat indah, dalam dan padat tentang karya penebusan Tuhan Allah yang dihayati dalam perayaan sebagai penantian pemberitaan dan penggenapan janji-janji-Nya. Hari ini keluarga Kristen diingatkan untuk senantiasa berada dan hidup dalam proses metamorforsa Ilahi, serta mempraktikkan itu dalam kehidupan keluarga dan sesama. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, bentuklah keluarga kami agar selalu berada dan menyerahkan diri dalam metamorforsa Ilahi. Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top