Renungan Harian: Jumat 29 Desember 2023, Yohanes 1:15-17 Saksi Yang Benar


Yohanes 1 : 15-17

Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.

Saksi Yang Benar

Pernyataan seorang saksi dalam sebuah persidangan dapat mempengaruhi hakim dalam pengambilan keputusan untuk memvonis seorang terdakwa, apakah dia bersalah atau tidak! Dari sudut pandang ini, bisa dilihat urgensinya kesaksian seseorang, dalam rangka memperkuat keputusan yang harus diambil oleh hakim sesuai dengan keadilan yang nyata. Seorang saksi memberikan penjelasan dari apa yang sebenarnya terjadi, dari apa yang dilihat.

Yohanes memberi kesaksian tentang Yesus Kristus. Yohanes merupakan orang yang mengenal siapa Yesus Kristus karena Yohanes adalah orang yang dipersiapkan Tuhan Allah. Dia mengenal siapa Tuhan Allah yang mempersiapkannya menjadi saksi. Yohanes adalah anak dari imam Zakharia dengan Elizabet yang juga adalah anak keturunan Harun (Luk.1:5). Yohanes adalah seorang yang telah disampaikan malaikat Tuhan kepada orang tuanya, bahwa kelahirannya nanti akan mempersiapkan jalan bagi Yesus Kristus. Bahkan persiapannya ini telah dinubuatkan sejak zaman perjanjian lama, yakni masa nabi Yesaya, seperti yang tertulis dalam Yes.40:3, “Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jelan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita“. Tuhan Allah dengan otoritas-Nya telah mempersiapkan Yohanes untuk menjadi saksi-Nya. Bukan hanya sejak ia masih di dalam kandungan ibunya, tetapi jauh sebelumnya.

Nubuatan dan berita malaikat memperlihatkan bahwa kesaksian Yohanes adalah benar karena yang mengutus dia adalah Tuhan Allah. Artinya, penulis kitab ini mau memberi penekanan pada siapa yang mengutus Yohanes, yakni Tuhan Allah dalam Kristus Yesus yang keberadaan-Nya, telah ada sebelum segala sesuatu dijadikan oleh Allah (Band.Kej.1:26). Sebagai keluarga Kristen, kita baru saja merayakan Natal Yesus Kristus. Melalui perayaan Natal, kita diingatkan kembali berita tentang Tuhan Allah yang datang menyapa manusia melalui kelahiran Yesus Kristus sebagai manusia. Berinkarnasi atau menjelma sebagai manusia, adalah bukti tentang kebesaran kuasa-Nya. Hanya Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus yang mampu melakukannya. Karena itu, melalui bacaan Alkitab saat ini, kembali keluarga kita dikuatkan agar tetap percaya pada Tuhan Allah yang dapat memakai keluarga kita untuk menjadi saksi memberitakan tentang terang Yesus Kristus. Maka dari itu,
setiap anggota keluarga diajak untuk mampu menjadi saksi-saksi Kristus dimulai dalam persekutuan keluarga, yang kemudian meluas dalam persekutuan jemaat dan masyarakat. Amin.

Doa: Ya Tuhan Yesus Kristus, mampukan kami untuk terus menjadi saksi yang benar dalam kehidupan ini. Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top