Renungan Harian: Jumat 26 Januari 2024, Kisah Para Rasul 25:11 Beranilah Berjuang Untuk Kebenaran


Jadi, jika aku benar-benar bersalah dan berbuat sesuatu kejahatan yang setimpal dengan hukuman mati, aku rela mati, tetapi, jika apa yang mereka tuduhkan itu terhadap aku ternyata tidak benar, tidak ada seorangpun yang berhak menyerahkan aku sebagai suatu anugerah kepada mereka. Aku naik banding kepada Kaisar!”

BANYAK orang memilih jalan hidup yang tidak mau susah dengan cara menghindar dari masalah. Bahkan ada yang berusaha melindungi kepentingan dirinya dengan mengikuti kehendak orang banyak, meskipun harus mengorbankan orang lain dan terhindar dari masalah.

Firman Tuhan kita hari ini, tergambar bentuk pertanggungjawaban Paulus di hadapan Festus. Dia mengatakan bahwa jika ia benar-benar berbuat salah dan berbuat suatu kejahatan yang setimpal dengan hukuman mati maka ia rela dihukum mati (ayat 11). Tetapi, jika apa yang mereka tuduhkan itu ternyata tidak benar, Paulus mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang berhak menyerahkannya sebagai suatu anugerah kepada orang Yahudi. Maka ia kemudian meminta naik banding kepada Kaisar (ayat 11b).

Pernyataan Paulus dalam ayat 11 ini sebenarnya bukan hanya ditujukan kepada Festus tetapi juga kepada orang-orang Yahudi dan semua orang yang hadir dalam pengadilan yang dipimpin oleh Festus. Ungkapan bahwa ia rela mati kalau ia melakukan kesalahan adalah pembuktian dirinya bahwa ia memang tidak bersalah. Dan naik banding kepada Kaisar adalah jalan di mana ia harus menggunakan hak politiknya sebagai warga negara Romawi.

Pernyataan-pernyataan yang diucapkan Paulus menjadi bukti pada kita bahwa ia telah menunjukkan kebenaran itu sebagai hak yang harus dipertahankan meskipun harus berhadapan dengan resiko kematian. Jadi berjuang untuk sebuah kebenaran bukan hanya kata-kata indah saja atau bukan hanya sebuah pernyataan untuk membanggakan diri. Tetapi sebuah sikap hidup yang harus kita miliki meskipun karena kebenaran kita harus mengorbankan sesuatu yang paling berharga dalam kehidupan kita. Amin.

Doa: Ya Yesus Kristus, Tuhan, kami mengaku bahwa kami sering tidak memiliki keberanian untuk menyatakan kebenaran. Tetapi kami percaya bahwa Roh Kudus dapat memampukan dan memberanikan kami untuk mewujudkannya. Maka jadilah pada kami menurut apa yang Engkau kehendaki. Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top