Renungan Harian: Jumat 22 Desember 2023 – Tuhan Bekerja Sesuai Kehendak-Nya – Matius 1:12-16


Matius 1:12-16

(12) Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,
(13) Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,
(14) Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,
(15) Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,
(16) Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

TUHAN BEKERJA SESUAI KEHENDAK-NYA

Segala sesuatu yang berkaitan dengan benda dapat diukur oleh manusia, lewat berbagai alat inderawi manusia. Kita dapat menggunakannya untuk mencari tahu dan mengenal dengan pasti sebuah benda. Lain halnya dengan hati manusia, yang meskipun berukuran kecil, tetapi mengukur kedalaman hati seseorang, tidak akan ada yang bisa melakukannya. Sebagai ciptaan Tuhan Allah, maka manusia sehebat dan sekuat apa pun, tidak akan dapat melebihi Sang Pencipta. Manusia hanya bisa mengikuti setiap rancangan-Nya, jika tidak akan mengalami malapetaka. Tetapi manusia tidak perlu takut dan kuatir, karena rancangan Tuhan Allah itu selalu mendatangkan damai sejahtera (Yer.29:11).

Hal ini nampak lewat firman Tuhan hari ini, justru keluarga -tukang kayu”, yaitu keluarga Yusuf dan Maria yang dipilih Tuhan Allah sebagai saluran jalan keselamatan. Di mana melalui kelahiran Yesus Kristus, maka cahaya yang penuh kemuliaan itu bersinar untuk menerangi seluruh ciptaan-Nya. Bahkan dalam diri Yesus Kristus perwujudan dari janji Mesianis telah berlaku (Band.Luk.2:11). Di sini kita memahami bahwa pekerjaan bahkan rancangan dan jalan Tuhan Allah sering tidak dapat diduga oleh manusia. Secara khusus tentang bagaimana Tuhan Allah memenuhi segala janji yang diucapkan-Nya. Sebab dalam catatan sejarah pemerintahan bangsa Israel, ada beberapa raja yang berbuat jahat. Contohnya, Rehabem yang jahat memiliki anak Abia yang jahat; Abia yang jahat memiliki anak Asa yang baik; Asa yang baik memiliki anak Yosafat yang baik Yosafat yang baik memiliki anak Yoram yang jahat.

Dari kisah ini, sebenarnya Alkitab mau memberikan pemahaman bahwa rencana Tuhan Allah untuk menggenapi janji-janji-Nya sama sekali tidak ditentukan oleh eksistensi manusia yang penuh kelemahan dan kekurangan. Tuhan Allah berkenan memakai siapa saja untuk menggenapi janji-Nya. Anugerah dan perkenanan Tuhan Allah memiliki otoritas sendiri dan tidak ditentukan oleh apa yang dilakukan oleh manusia. Tuhan Allah bekerja sesuai dengan kehendak bebas-Nya, tidak bisa diatur dan dikungkung oleh siapa pun dan oleh kuasa apa pun.

Bertolak dari firman Tuhan ini, marilah kita menjadi keluarga Kristen yang siap menerima setiap rancangan dan keputusan Tuhan Allah. Dan jangan pernah meragukan kuasaNya. Tuhan Allah menyatakan diri dalam Kristus Yesus, yang tidak lama lagi kedatangan-Nya sebagai Anak Manusia akan kita rayakan melalui peristiwa Natal Yesus Kristus, kiranya akan memakai keluarga kita untuk menjadi saluran berita keselamatan. Dia tidak hanya berjanji menyertai keluarga kita, tetapi juga akan menyatakan janji-janji-Nya, asalkan pintu hati kita selalu terbuka untuk menerima kehadiran-Nya. Amin.

DoaYa Tuhan Allah, mampukan kami untuk menjadi keluarga yang selalu siap menjadi penerima dan pekabar berita keselamatan di dalam Yesus Kristus, agar semakin banyak yang mengenal dan menerima Yesus Kristus. Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top