Renungan Harian: Jumat 2 Februari 2024, 2 Samuel 15:11 Bijak Menerima Ajakan


Beserta Absalom turut pergi dua ratus orang dari Yerusalem, orang-orang undangan yang turut pergi tanpa curiga dan tanpa mengetahui apapun tentang perkara itu.

Perilaku yang menyukai atau tidak menyukai seseorang selalu nampak dalam tindakan yang menopang, mendukung dan memberi semangat. Dalam tindakan yang tidak menyukai tergambar melalui ujaran-ujaran kebencian, menyebarkan berita bohong (hoax) dan mempengaruhi serta mengajak orang lain ikut serta bersepakat (berkonspirasi) untuk melengserkan seseorang dari jabatan atau kedudukan yang sedang diembannya.

Absalom dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, terlihat sangat berambisi untuk mendapatkan jabatan dan kedudukan sebagai raja, sehingga berbagai upaya dilakukannya, antara lain ia merekrut/mengumpulkan orang-orang untuk ikut bersamanya, walaupun mereka tak tahu menahu maksud ajakan Absalom. Keikutsertaan dua ratus orang dari Yerusalem atas undangan Absalom menunjukkan bahwa mereka sebenarnya hanya merasa segan dan hormat kepada Absalom sebagai putra raja. Mereka tidak merasa curiga terhadap maksud undangan itu, menunjukkan juga bahwa mereka tidak peka dan bijak mempertimbangkan maksud ajakan Absalom.

Dalam proses kampanye sekarang ini, kita dituntun dengan firman Tuhan untuk harus peka dan bijak menerima dan menyikapi setiap undangan dan ajakan dari orang-orang atau sekelompok orang yang akan melibatkan kita dalam proses kampanye. “Bijak” menurut kamus besar Bahasa Indonesia artinya “selalu menggunakan akal budinya”. Oleh karena itu, sebagai orang percaya yang adalah wajib pilih dan yang akan dipilih, kita harus selalu peka dan berpikir dengan bijak. Terutama ketika mendengar dan menanggapi berbagai materi kampanye, agar kita tidak mudah diajak atau dibujuk dan terlibat melakukan hal-hal yang tidak benar. Walaupun tak dapat dipungkiri, ada orang-orang tertentu dengan sikap dan ambisinya dapat mengajak orang untuk berkonspirasi (persepakatan gelap), maka hendaklah kita waspada, peka menyikapi setiap peristiwa politik yang berlangsung. Marilah kita tetap menopang pesta demokrasi Pemilu dengan benar dan arif agar berlangsung jurdil dan sukses memilih pemimpin dan wakil rakyat yang mencintai rakyatnya. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, karuniakanlah kami hikmat, agar kami peka dan bijak untuk menyikapi setiap ajakan dan bujukan dalam proses kampanye yang tengah berlangsung sekarang ini. Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top