Renungan Harian: Jumat 19 Januari 2024, Matius 7:22 Menyebut Nama Tuhan Dengan Tulus


Matius 7 : 22

Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

BILA kita melakukan suatu pekerjaan dilaksanakan dengan baik dan benar sehingga menghasilkan sesuatu yang baik, pasti ada imbalan atau upah yang akan didapat. Hal ini adalah kewajiban bagi para pemberi kerja terhadap semua pekerja. Apabila kewajiban tidak dilakukan secara profesional, maka sering terjadi gesekan karena ketidakpuasan. Seperti yang sering kita saksikan melalui siaran televisi ada demonstrasi para buruh (pekerja) yang berorasi (berpidato) menuntut kesejahteraan yang ujung-ujungnya mengarah pada soal kenaikan upah.

Melalui pembacaan Firman Tuhan hari ini, kita diperlihatkan tentang keadaan manusia pada hari terakhir kehidupan di dunia (akhir zaman). Ada orang-orang yang berdiri di hadapan Yesus Kristus dan menuntut imbalan atas pekerjaan dan pelayanan yang telah mereka lakukan. Mereka mengemukakan hal-hal yang sudah dilakukan demi nama Yesus Kristus selama hidup di dunia ini. Mulai dari bernubuat, mengusir setan dan melakukan banyak mujizat, dengan harapan akan diperhitungkan Yesus Kristus ketika akan membawa orang-orang percaya masuk dalam Kerajaan Sorga. Namun ternyata apa yang mereka lakukan tidak menjadi jaminan untuk diterimanya seseorang dalam Kerajaan Sorga.

Kalau demikian maka sekarang ada yang harus dipertanyakan: apakah praktik-praktik hidup dan pelayanan kita didasarkan pada kehendak Allah atau hanya dorongan emosional? Kalau hanya dorongan emosional semata berarti apa yang kita lakukan hanya untuk menyenangkan dan memuaskan batin kita dan bukan untuk kemuliaan Tuhan Allah. Dengan kata lain apa yang kita lakukan hanya untuk dilihat dan dipuji banyak orang. Artinya berseru kepada Tuhan, bernubuat dan mengadakan mujizat demi nama Yesus Kristus, dilakukan tidak dengan tulus hati. Dan mengenai hal ini, kita harus berkaca dari kitab Keluaran 20:7 “Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan”. Maksudnya jangan hanya “tasontong” di batu berteriak oh tuhan atau oh my god (OMG). Juga dalam kitab Kisah Para Rasul 19:13-16 tentang tujuh orang anak imam Kepala Yahudi yang bernama Skewa yang mengusir setan dengan menggunakan nama Yesus Kristus sebenarnya hanya untuk pamer tentang kerja sihir yang akhirnya mereka dipermalukan oleh roh jahat itu.

Oleh karena itu, dari perenungan Firman ini, kita diajak untuk selalu menyebut dan memanggil nama Tuhan, tetapi harus berlangsung dengan tulus hati dan terutama untuk memuliakan Tuhan Allah. Amin.

Doa: Ya Yesus Kristus, Tuhan, ajarkanlah kami untuk menyebut nama-Mu dengan tulus hati dan sadarkanlah kami agar tidak memanggil nama-Mu dengan sembarangan. Apa lagi hanya untuk sesuatu yang tidak bermakna. Amin. (rhkgmim)

Berita Terkait

Top