Renungan Harian: Jumat, 19 April 2024 – Kerja Keras Sebagai Kasih Karunia Allah – I Korintus 15:10


I Korintus 15:10

Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. 

Kerja Keras Sebagai Kasih Karunia Allah

Ada kata bijak yang mengatakan: “Doakan apa yang engkau kerjakan dan kerjakan apa yang engkau doakan.” Kerja keras, cerdas, ikhlas dan tuntas pasti mendapatkan hasil yang maksimal. Pertanyaan, mengapa kita harus bekerja keras? Jawabannya, karena Tuhan Allah yang kita imani dalam Yesus Kristus adalah Tuhan yang bekerja. Seperti kata Yesus Kristus, “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja.” (Yoh. 5:17). Kalau Tuhan Allah saja bekerja keras, apakah kita sebagai umat-Nya bermalas-malas dan hanya mau menerima hasilnya? Tuhan Allah menghendaki kita bekerja dengan sungguh berdasarkan kemampuan yang Ia berikan untuk mengembangkan karunia-karunia itu. Bagi yang tidak bekerja keras dan kembangkan talenta yang ia miliki disebut sebagai hamba yang jahat dan malas (Matius 25:26).

Rasul Paulus hendak mengingatkan jemaat di Korintus bahwa hanya oleh kasih karunia Yesus Kristus maka dia ada sebagaimana ia ada. Ia boleh memberitakan Injil karena Yesus Kristus yang mati dan bangkit telah menganugerahkan keselamatan pada semua orang termasuk kepadanya sehingga hidupnya tidak sia-sia. Itulah yang mendasari sehingga ia bekerja keras bahkan melebihi semua rasul yang lain. Hal ini ia lakukan dengan tanpa menyayangi dirinya sendiri sebab setiap hari ia berhadapan dengan maut. (I Kor.15:31) Dan hal itu tidak menyurutkan semangatnya memberitakan injil seperti yang ia katakan, “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” (Fil. 1:21-22). Pekerjaan yang ia lakukan dengan bekerja keras bukan karena kemampuannya, tetapi kasih karunia Tuhan Allah menyertai dia. Karena itu Paulus berkata, “Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.” (I Kor. 9: 16).

Sekarang ini banyak orang Kristen tidak menghargai waktu dengan balk. Lebih banyak waktu berselancar di medsos seperti: Facebook, WA, Twitter, Game Online, sehingga waktu bekerja jadi tersita. Era bonus demografi artinya usia pencari kerja lebih banyak dari pada usia yang tidak lagi bekerja. Pada satu sisi, hal ini tentu memberi peluang untuk memperoleh pendapatan memenuhi kebutuhan keluarga. Namun disisi lain, jika tidak memiliki etos kerja dan skill yang baik justru akan merugikan diri sendiri karena tidak punya kemampuan untuk bersaing. Karena itu sebagai orang yang telah memperoleh keselamatan, marilah memperlengkapi diri dengan etos kerja yang baik, keterampilan sesuai kebutuhan pasar tenaga kerja, bekerja keras, karena Tuhan Allah dalam Yesus Kristus yang kita imani bekerja juga dari dahulu, sekarang dan selamanya selalu menyertai kita. Amin.

DOAYa Tuhan Yesus Kristus, berilah kami kemampuan untuk memperlengkapi diri dengan etos kerja yang baik, keterampilan dan karuniakan semangat untuk bekerja keras sebagai bentuk ketaatan kami kepada-Mu. Amin.

Berita Terkait

Top