TGR Dana BOS Hantui Ratusan Kepala Sekolah di Manado, Arifin Miu Fokus Kualitas Guru


Manado, CahayaManado.Com- Kepala SDN 52 Manado, Arifin Miu, S.Pd mengakui penggunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) makin rumit. Apalagi dengan Juknis baru yang mengatur tata cara pencairan dan penggunaannya.
Ketika ditemui di kantornya, Arifin mengatakan bahwa pihaknya kini bersama ratusan kepala SD di Kota Manado sedang menjalani pemeriksaan Inspektorat mendahului Badan Pemeriksa Keuangan yang juga akan turun di sekolah- sekolah.
Diakui ada beberapa pengeluaran yang tidak diakui sehingga harus TGR berupa honor pengelolaan dana BOS, transportasi KKG dan K3S.
“Ini jadi dilema hampir seluruh sekolah karena uang sudah dikeluarkan dan kepala sekolah yang harus ganti rugi,” ungkapnya.
Namun dibalik itu Arifin bersyukur karena Juknis baru mengharuskan penarikan dana BOS dilakukan setiap bulan sesuai kebutuhan yang tercantum dalam RKAS. “Ini akan mengontrol penggunaan dana BOS masing-masing satuan pendidikan,” tukasnya.
Terkait Penilaian Kinerja Guru (PKG), SDN 52 sedang dalam proses penyelesaian berupa pembuatan program mengajar guru selama satu semester. Batas waktu penyelesaian 31 Januari dan bulan Februari pelaksanaan kegiatan,” tambahnya.
Menurutnya, pihaknya akan fokus pada peningkatan kualitas tenaga pendidik menyesuaikan dengan Implementasi Kurikulum Merdeka. “Guru wajib meningkatkan kapasitas diri untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Makanya semua diwajibkan untuk memberdayakan Platform Merdeka Mengajar,” pungkas Arifin. (MELDI S)

Berita Terkait

Top