SD Katolik 17 Tarsisius Manado Fokus Akreditasi, Lexie Gelar IHT Peningkatan Kualitas Guru


Manado, CahayaManado.Com- Sekolah Dasar Katolik 17 St. Tarsisius Manado kini sedang mempersiapkan diri untuk akreditasi dari lembaga akreditasi nasional.
Kepala SD Katolik 17 St. Tarsisius Manado, Lexie Palohoen ketika ditemui Senin mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan diri mengikuti akreditasi dengan melengkapi administrasi, sarana dan prasarana pendukung serta tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
Dikatakan, akreditasi terakhir SD Katolik 17 St. Tarsisius Manado yaitu lima tahun yang lalu dengan predikat B. Dan saat ini sudah saatnya akreditasi kembali.
Lexie menjelaskan, pencapaian tersebut disebabkan ada beberapa persyaratan yang belum bisa dipenuhi antara lain tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
Tenaga pendidk itu adalah guru dan kepala sekolah. Sedangkan tenaga kependidikan adalah mereka yang bertugas merencanakan dan melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pelayanan teknis guna menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.
Mengenai tenaga pendidik dan sarana prasarana penunjang tidak menjadi masalah karena semuanya tersedia. Hanya saja tenaga kependidikan masih kurang.
Contoh sarana perpustakaan tersedia tetapi tidak ada tenaga yang mengelolahnya. Begitu juga dengan laboratorium komputer tersedia tetapi tidak ada tenaga khusus yang menanganinya.
Bahkan ruang UKS tersedia tetapi tidak ada tenaga medisnya. “Sepanjang tenaga kependidikan tidak tersedia maka sulit bagi kami untuk meraih akreditasi A,” ujar Palohoen.
Menurutnya untuk memenuhi syarat tersebut butuh biaya besar membayar gaji tenaga kependidikan.
“Butuh waktu dan biaya untuk menyiapkannya apalagi dana peduli pendidikan yang dibayarkan setiap siswa tidak besar paling tinggi Rl 100 ribu tiap bulan. Sama sama sekolah Katolik tetapi yayasan berbeda meskipun semuanya berada di bawah naungan Paroki. Jika harus samakan dengan Suster misalnya, sulit karena dana pendidikan setiap muridnya lebih besar.”
Dijelaskan, SD Katolik 17 St Tarsisius banyak menampung siswa dari Pineleng dan Warembungan serta warga sekitar Winangun dan Karombasan.
Guna meningkatkan kualitas tenaga pendidik, Palohoen telah melaksanakan In House Training (IHT) saat anak-anak belum ada Kegiatan Belajar Mengajar yaitu tanggal 4 dan 5 Januari 2024.
Selain peningkatan mutu tenaga pendidikan, juga sosialisasi Penilaian Kinerja Guru (PKG) yang kini diupload melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM).
Sebelumnya guru-guru membuat program sebelum melaksanakan tugas mengajar. Juga melaksanakan aksi-aksi nyata guna memberikan rasa aman dan menyenangkan bagi anak didik saat ada di lingkungan sekolah.
Tentu semua program harus disetujui oleh kepala sekolah selaku penanggung jawab satuan pendidikan.
“Program dibuat hingga 31 Januari dan tahap pelaksanaan bulan Februari dan evaluasi bulan Juni 2024. Setelah disetujui kepala sekolah, kinerja guru di upload melalui PMM,” ujar ketua K3S Kecamatan Wanea ini meyakinkan.
Lexie yang juga ketua K3S se Kota Manado ini lebih jauh menjelaskan, guru di lingkungan SD Katolik 17 St Tarsisius Manado terus didorong untuk memanfaatkan PMM untuk pengembangan kualitas diri. “Pantauan kami semua guru rajin membuka dan mempelajari fitur fitur yang ada di dalam PMM. Kepala sekolah bisa memantau langsung siapa yang rajin buka dan pelajari dan siapa yang hanya buka tanpa mendalaminya lebih jauh,” ujarnya mengingatkan.
Soal pengisian e-kinerja guru tidak ada IHT khusus tetapi guru wajib mempelajari dengan saksama materi yang sudah disampaikan lewat webinar. “Sudah dilakukan webinar dan tenaga guru tinggal belajar dari situ,” pungkas Palohoen. (Meldi S)

Berita Terkait

Top