40 Tahun Mengabdi Sebagai Guru ASN, Watania Beberkan Kunci Sukses


Manado, CahayaManado. Com- Kepala SD Inpres 03 Paniki Bawah Manado, Maissje Renny Watania, S.Pd akan memasuki purna bakti Maret 2024, setelah 40 tahun mengabdi sebagai ASN.
Meski begitu, Watania tetap semangat dan melaksanakan amanat yang dipercayakan Wali kota dan Wakil Wali kota untuk memimpin satuan pendidikan.
Buktinya kegiatan belajar mengajar dijalankan dengan baik, guru guru tetap diberikan semangat serta membekali mereka lewat kegiatan In house training (IHT).
“IHT dilaksanakan dengan mendatangkan pembicara dari luar yaitu BPMP dan pengawas bi aan sebagai pendamping.
” IHT berlangsung 3 hari,” kata Watania.
Ketika ditemui di kantornya Selasa, Watania nampak bersemangat memantau KBM, sambil memberikan arahan kepada guru guru.
Tak heran kekompakan terjadi apalagi Kepsek Watania begitu transparan dalam mengelolah anggaran dana BOS.
“Guru harus sejahtera agar mereka bisa mendukung program sekolah demi mencerdaskan anak bangsa,” ujar Watania meyakinkan.
Karir Watania diawali ketika diangkat sebagai ASN pada tahun 1983 setelah lulus dari Sekolah Pendidikan Guru.
Ia ditempatkan sebagai guru bantu di SDN 105 P 4 Manado, kemudian pindah ke SDN 02 Manado.
Brtkat prastasinya, jebolan S1 IKIP Manado ini diangkat sebagai kepala sekolah SDN 89 Manado yang kini sudah merger dengan SDN 115 Malendeng. Banyak yang diperbuat dalam mengembangkan sekolah yang terletak di perbukitan.
Hanya satu tahun setengah memimpin SDN 89, Watania dipercayakan memimpin SDN 55 Perkamil Manado selama 7 tahun.
Dengan prestasi yang ditorehkan, ia kembali dimutasi menjadi Kepsek SDN 02 Tikala Manado sama 7 tahun juga. SDN 02 merupakan sekolah favorit yang berada di pusat pemerintahan.
Sosok berkarkarisma ini selalu berusaha untuk melaksanakan tugas dan kepercayaan yang diberikan pimpinan. Tak heran Watania kembali dipercayakan menjadi Kepsek SD Inpres 03 Paniki Bawah Manado sejak tahun 2019.
Di tangan Watania, SDI 03 Paniki Bawah terus berkembang dan kini mengoleksi 400-an siswa. Sementara yang tercatat dalam Dapodik 398 anak didik karena lainnya belum lengkap administrasi.
Lalu apa resep kesuksesan Maissje Watania hingga selalu dipercayakan pimpinan untuk memimpin satuan pendidikan.
Dengan lugas Watania mengatakan, kuncinya adalah loyal pada pimpinan, ciptakan prestasi, tidak tercela dan selalu memperhatikan kesejahteraan guru sebagai patner kerja. “Guru adalah ujung tombak pendidikan di sekolah. Mereka harus dirangkul dan diberdayakan,” pungkas Watania yang suka bicara blak-blakan. (Meldi S)

Berita Terkait

Top