Makadada: SMKN 5 Bitung Junjung Profesionalitas


BITUNG, CahayaManado.com–Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Bitung, Mieske Jemima Makadada, S.Pd, menyatakan, polemik terkait dugaan pungutan liar (pungli) di sekolah yang dipimpinnya beberapa waktu lalu bersama orang tua siswa, sudah ditindaklanjuti lewat sejumlah langkah klarifikasi.

Hal ini disampaikan Makadada saat ditemui personel Staf Khusus Walikota dan Wakil Walikota Bitung, Hi Andiri Darise, Herman Rompis, dan Ricky Tulalo, Rabu 4 Oktober.
Dijelaskan Makadada, ada miss komunikasi terutama dugaan bahwa pihak sekolah mempersulit penyaluran ijasah ke siswa-siswa dengan sederet pemenuhan pungutan kewajiban, tidaklah demikian adanya. “Terbukti disoal terkait ijasah, ijasah sudah diterima dan ada di tangan orang tua siswa sendiri. Artinya kami sudah serahkan itu dengan mengabaikan beragam kewajiban lain-lain, sekaligus ini sebagai bentuk itikad baik kami pihak sekolah. Bahwasanya untuk permintaan beberapa kewajiban, umumnya normal berlaku di sekolah-sekolah yang ada. Prinsipnya kami tetap menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalitas dalam dunia pendidikan,” urai Makadada.
Berikutnya terkait peran dan fungsi Komite di sekolahnya, selama ini jauh dari berbagai macam intervensi manajemen sekolahnya. “Kan sudah jelas aturannya dalam Permendikbud 75 tahun 2016, bahwa segala bentuk konsekwesi dari kesepakatan antara ortu dan Komite yang terjadi, kesemuanya sah dan wajib dijalankan para pihak. Pihak sekolah atau Kepala Sekolah tidak bisa ganggu gugat. Soal bahwa ada unsur pegawai Tata Usaha dalam struktur, itu hanya bersifat tentatif dan tidak akan definitive. Semata-mata pertimbangannya hanyalah untuk lancarnya andministrasi dalam Komite. Dan kesemuanya itu sudah dibenahi lewat rapat bersama kami dengan pihak Komite Sekolah,” terangnya di hadapan Staf Khusus Wali Kota dan Wakil WaliKota Bitung.
Ia menambahkan, terkait masalah yang sempat muncul bertepatan pada kondisi transisi kepemimpinan di SMKN 5.

Diketahui, Makadada baru beberapa bulan menakhodai SMKN 5 menggantikan pejabat sebelumnya Maxi Rompas yang kini menjabat sebagai Kepsek SMKN 1 Bitung.
“Kami berharap hal semacam itu (masalah ijasah) tida terulang lagi di masa-masa mendatang. Karena hanya akan membawa dampak dan preseden buruk bagi dunia pendidikan di Kota Bitung,” saran Darise dan Rompas.(ric)

Berita Terkait

Top