Kadis Kominfo: Berita yang Sebut Kota Bitung Termiskin di Sulut adalah Hoax


BITUNG, CahayaManado.com–Beredarnya sejumlah berita yang mencantumkan jika jumlah penduduk miskin di kota Bitung terbanyak dari semua kabupaten dan kota di Sulawesi Utara, menurut Kepala Dinas Kominfo Kota Bitung dikategorikan sebagai Hoax atau berita tidak benar.

“Berita yang ada di media online quena.id yang diposting pada 9 September 2023 lalu, yang judulnya “2 kota termiskin di Sulawesi Utara, juaranya bukan kota Manado, tapi Kota yang sudah terkenal hingga mancanegara adalah Hoax,” ungkap Kepala Dinas Kominfo Kota Bitung Ir. Theodorus Rompas, ST, ME, Selasa (19/09).

Apalagi, kata Rompas, kalau dalam pemberitaan itu hanya 2 kota yang ditulis, nomor satu Kota Bitung dan nomor 2 adalah Kota Kotamobagu.
Diapun, mengatakan jika berita ini turut dibagikan oleh beberapa pengurus partai sehingga kental sekali aroma Political Cyber Bullying yang gunanya menyerang pemerintah dengan data yang tidak akurat atau tidak Valid.

“Ini Hoax karena melihat data BPS penduduk miskin kota Bitung tahun 2022 sebesar 14.000 jiwa dibanding dengan Manado yang mencapai 24 ribuan jiwa, serta Minahasa Selatan jumlah penduduk miskinnya sebesar 19 ribuan jiwa dan Bolaang Mongondow hampir 17 ribuan,” jelasnya.

Namun, ditambahkan Rompas jika data kemiskinan ini membandingkannya harus dengan 15 Kabupaten dan Kota di Proipinsi Sulawesi Utara.

“Dalam berita tersebut yang jadi pembanding adalah total angka kemiskinan Provinsi, nah inilah yang membatasi perhitungan BPS, sehingga para awak media juga harus paham dengan perhitungan BPS. Makanya ada baiknya pihak media saat mewartakan harus mengkonfirmasinya ke BPS,” ungkap Rompas

Dituturkan juga, jika data Badan Pusat Statistik yang digunakan media tersebut acak. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak BPS dan menurut pihak BPS kalau data yang digunakan media tersebut keliru,” katanya.

Untuk itu, pihak kami memberikan anjuran kepada warga Bitung agar berhati – hati dalam membagikan link media, apalagi dimasa masa politik seperti saat ini. “Tentunya tugas pemerintah membuat masyarakat Bitung pinter melihat persoalan lewat data dan fakta yang akurat, bukan asal comot dan berpotensi hoax atau bahkan pembodohan,” jelas Rompas.

Diapun merasa iba dengan pembodohan – pembodohan publik yang dilakukan beberapa oknum di kota ini. “Pemerintah sudah bekerja dengan baik, kenapa juga sampai ada yang melakukan pembodohan di masyarakat? Dan ini menjadi tugas bersama kita masyarakat kota Bitung untuk menangkal hoaks,”¬†tutup mantan kabid bina marga dinas PUTR ini.

Aliansi masyarakat anti hoax Kota bitung Rivo Boham berencana jika hari ini akan melaporkan bakal calon legislatif yang turut membagikan postingan – postingan hoaks di Media Sosial ke Polres Bitung. “Harusnya para caleg ini yang menjadi ujung tombak informasi yang akurat, jangan karena kepentingan politik mereka sendiri, dan memulai membodohi rakyat dengan membagikan berita bohong,” ungkapnya. (Ric)

Berita Terkait

Top