11.1 C
London
Rabu, September 29, 2021

Terkait Anggaran Perjalanan Dinas, DPRD Minsel Dinilai Cederai Rasa Kemanusiaan

- Advertisement -
- Advertisement -

MINSEL, CAHAYAMANADO – Sorotan terhadap anggaran perjalanan dinas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa Selatan sebesar 4,6 Miliar kembali bergaung. Kali ini disampaikan langsung LSM AMTI (Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia) melalui ketua Tommy Turangan.

Dirinya menilai jumlah anggaran untuk perjalanan dinas tersebut menunjukkan tidak adanya kepedulian dan mencederai rasa kemanusiaan.

“Kami sangat menyayangkan dengan sikap DPRD Minsel yang seolah tidak peduli dengan kondisi masyarakat yang saat ini tengah berjuang menghadapi pandemi Covid-19. Anggaran perjalanan dinas yang nilainya cukup fantastis tersebut sangat irasional dan terkesan pemborosan,” ujar Turangan melalui sambungan telepon seluler, Rabu (28/7).

“Sekarang ini semua anggaran difokuskan pada penanganan Covid-19 dan pemerintah lagi giat-giatnya menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi mobilisasi sehingga pengalokasian anggaran untuk perjalanan dinas itu bertolak belakang dengan kondisi saat ini. Anggaran ini harusnya bisa dialokasikan untuk penanganan Covid-19 atau pemulihan ekonomi masyarakat,” tegas putra Tompaso Baru ini.

Dia menambahkan DPRD Minsel seharusnya bisa jeli serta teliti dalam menentukan program prioritas yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Harusnya DPRD Minsel lebih bijak dalam menggunakan anggaran terlebih dengan adanya refocusing anggaran, karena Presiden Jokowi telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Kementerian, lembaga dan pemerintah daerah untuk memprioritaskan program dan penggunanaan anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19, tutup Turangan.

Sementara itu Sekwan Joins Langkun Sekretaris mengatakan jika anggaran perjalanan dinas tersebut sudah meliputi beberapa kegiatan dan sudah merupakan rancangan kerja.

“Semua anggaran itu sesuai dengan rancangan kerja DPRD termasuk bimbingan teknis, studi banding serta anggaran itu sudah include pendampingan staff dari sekretariat jika ada kegiatan studi banding yang memerlukan pendampingan. Selain itu anggaran di sekretariat DPRD Minsel ada yang terkena Refocussing,” tutur Langkun.

(DArK)

- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here