16.7 C
London
Jumat, Juni 18, 2021

Pemilik Akun Leddy Sangi Dilaporkan, Virgie Baker: Ini Adalah Pembelajaran

- Advertisement -
- Advertisement -

Tomohon,CM- Politisi Partai NasDem yang juga sebagai Calon Wakil Wali Kota Tomohon Virgie Baker (VB), menyambangi SPKT Polres Tomohon, Jumat (13/11) untuk melaporkan Pemilik akun media sosial Leddy Sangi, yang dinilai mencemarkan nama baiknya.

Laporan ini dibuat kerena diduga adanya komentar yang menanyakan data diri Istri Aryo Widiardi ini, sarat mengandung unsur SARA. Tak beralasan memang, dalam komentar yang ditulis akun Leddy Sangi, dalam grup medsos Tomohon Tangguh. Akun tersebut juga menyebarkan informasi, jika dirinya memiliki dua KTP, dengan dua agama berbeda, menyebarkan secara tidak benar agama seseorang.

“Dasar pelaporan ketiga yakni, akun Leddy Sangi menyatakan saya melakukan pembohongan publik. Atas dasar inilah saya melaporkan akun tersebut ke SPKT Polres Tomohon,” ungkap VB ketika diwawancarai, usai memberikan keterangan lanjutan di Ruang Satreskrim.

“Kejadian ini saya laporkan, atas dasar pribadi. Bukan dalam konteks saya sebagai calon kepala daerah. Tentunya sebagai sesama masyarakat, harus saling menghormati kan,” timpal jurnalis senior ini.

Lanjut dikatakan VB, pelaporan ini layak dijadikan pembelajaran bagi seluruh pihak pengguna medsos. Utamanya lagi bagi kalangan milenial, yang notebene nya banyak mengakses layanan ini. Dimana harus bisa menggunakan medsos, sebagai sarana pengembangan diri, jejaring dan lainnya. Bukan sebaliknya, dimanfaatkan ke hal-hal yang tidak berkenan.

“Patut dipahami semua pihak,  bahwasanya dengan mengucapkan kata idiot saja dalam komentar. Itu bisa masuk dalam jeratan pasal ITE. Area ini bukan arena untuk mendiskreditkan seseorang, apalagi menyinggung hal pribadi,” sebut VB.

Sembari menambahkan, kepada seluruh pendukung JGE-VB, untuk tidak terpancing dengan apa yang dilakukan oleh terlapor. “Berkompetisi lah dengan santun, tak perlu menyindir apalagi menjatuhkan satu sama lain,” pungkasnya.

Diketahui ancaman hukuman bagi yang melanggar ketentuan Pasal 28 ayat (2) UU ITE, dalam konteks pencemaran nama baik, dapat dituntut dengan hukuman penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta. Pun jika penyidikan nantinya, menyimpulkan aduan terbukti mengandung SARA. Terlapor dapat diancam dengan  dipidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 Miliar. (***Red)

- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here