16.7 C
London
Jumat, Juni 18, 2021

Gagal Mendarat, Mawikere di Selamatkan Tim PDKB ‘Manguni’ Dari Kabel Listrik

- Advertisement -
- Advertisement -

Tomohon,CM- Puncak acara ‘Gebyar Merah Putih Paragliding Hike n Fly’ yang dilaksanakan di Kota Tomohon, tepat pada Hari Ulang Tahun (HUT) Prolamasi Republik Indonesia (RI) 17 Agustus 2020, berjalan kurang baik, karena terjadi insiden yang menegangkan.

Pasalnya, salah satu atlet yang mengikuti kegiatan Gebyar Merah Putih Paragliding Hike n Fly yang dimulai dari Puncak Gunung Mahawu dan landing di Lapangan Markas Komando Resimen Induk Daerah Militer Kodam (Rindam) XIII/Merdeka, Senin (17/8). Gagal mendarat dan tersangkut di kabel SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) yang bertegangan 70 ribu Kilo Volt, di jalan Okoy Kelurahan Kakaskasen, Lingkungan Dua Kecamatan Tomohon Utara.

Saat Proses Evakuasi (Foto Ist)

Dari pantauan media ini, atlet yang diketahui bernama Hans Mawikere, berasal dari Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan juga berdarah Manado, berhasil diselamatkan dan dievakuasi dari ketinggian sekira 35-40 meter di atas tanah, oleh Akrim Fajar bersama 12 orang yang tergabung di Tim PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) ‘Manguni’, PLN UPT Manado di Matani Satu Kaaten. Serta dibantu prajurit TNI dari Rindam XIII Merdeka yang berjaga di bawah.

Beruntung dari penyelamatan heroik sela 3 jam 20 menit oleh Tim PDKB Manguni bersama prajurit Rindam XIII Merdeka, Mawikere berhasil turun dan tidak mengalami cedera apapun selain kelelahan bahkan saat diturunkan, dengan semangat mengibarkan bendera merah putih dan disambut tepuk tangan dan teriakan Merdeka dari masyarakat yang menunggu di bawah.

Setelah itu Mawikere pun dibawah dengan mobil ambulance oleh prajurit ke unit Kesehatan Makorindam XIII Merdeka.

Akrim Fajar Tim PDKB ‘Manguni’, PLN UPT Manado dan Hans Mawikere Atlet Paragliding, melakukan foto bersama usai proses evakuasi. (Foto Ist)

Usai diperiksa, Mawikere yang ditemui para awak media mengungkapkan, “Selama tergantung di atas saya hanya berdoa kepada Tuhan. Saat ini saya selamat, berkat bantuan yang kompak dari Tim PLN, Prajurit Rindam XIII Merdeka, serta masyarakat yang terlibat dalam proses evakuasi tadi, untuk itu secara pribadi diucapkan terima kasih setinggi-tingginya.” katanya.

Sementara, Akrim Fajar mengatakan, “Kami bersyukur evakuasi berjalan baik dan lancar, berkat campur tangan Allah. Dan berkat kerja sama yang kompak dari tim yang terlibat. Memang awalnya terasa gugup, ditambah lagi cuaca tak bersahabat, anginnya terasa sangat kencang, tapi karena harus menyelamatkan korban, jadi tetap percaya diri serta dengan berdoa.” aku dia.

Beruntung listrik, pada kabel SUTT memang sudah sejak pagi hari telah dimatikan sebagai antisipasi. Sementara (***)

- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here