16.3 C
London
Senin, Juli 26, 2021

Gas Elpiji 3 Kg Langka, Ini Penjelasan Pemkab Minsel

- Advertisement -
- Advertisement -

MINSEL, CAHAYAMANADO –¬†Masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan, khususnya wilayanh Amurang dan Tumpaan sejak beberapa hari terakhir belakangan mengeluhkan kesulitan mendapatkan bahan bakar gas elpiji subsidi ukuran 3 kg.

Hal ini langsung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel melalui Bagian Perekonomian.

Kabag Perekonomian Setdakab Minsel, Frank Wildy Podung langsung melakukan kordinasi dengan pihak PT Pertamina dan telah turun lapangan untuk melakukan pengecekan dan pemantauan kelangkaan gas elpiji 3 kg.

“Kami menerima laporan masyarkat. Setelah kami pantau memang benar terjadinya kelangkaan. Selanjutnya kami langsung kordinasi dengan PT Pertamina,” tutur Podung, Rabu (12/8).

“Menurut PT Pertamina, tidak ada permasalahan terkait distribusi dan jumlah kuota gas elpiji tabung 3 kg bersubsidi untuk wilayah Minsel,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil konsultasi tersebut, pihaknya langsung turun lapangan dan melakukan pemantauan di agen-agen yang ada di Amurang dan Tumpaan.

“Saat kami melakukan pengecekan kami langsung mengidentifikasi masalah. Yang kami temui yakni, didapati masih ada agen yang menjual bukan untuk peruntukan, karna efek pandemi Covid 19 pelaku-pelaku usaha ekonomi yang biasanya menggunakan gas elpiji tabung 5,5 dan 12 kg beralih menggunakan yang gas elpiji 3 kg,” jelasnya.

“Kemudian kami duga ada pembelian dengan intensitas yang tinggi dari luar daerah, kemungkinan dari daerah yang terjadi bencana beberapa waktu yang lalu. Karena kan jalur Amurang dan Tumpaan jalur Trans Sulawesi sehingga mudah bagi mereka dari luar daerah yang melewati Amurang dan Tumpaan melakukan pembelian dengan intesitas yang tinggi. Hal-hal tersebut yang mungkin menjadi penyebab kelangkaan berdasarkan hasil pengecekan kami,” kata Podung lagi.

Dia menambahkan pihak pemerintah akan terus berkordinasi dengan pihak Pertamina dan agen terkait ketersediaan dan distribusi gas elpiji 3 kg.

“Kami sebagai pihak pemerintah menghimbau kepada pihak Pertamina dan agen agar memberi peringatan kepada pangakalan-pangkalan untuk tidak menjual gas elpiji tabung 3 kg kepada masyarakat yang tidak termasuk kategori pemakai gas bersubsidi tersebut,” tukas mantan Camat Tareran ini.

“Untuk sanksi kepada agen dan pangkalan ‘nakal’ apabila terbukti kami akan merekomendasikan kepada pihak PT Pertamina untuk mencabut izin. Kami juga akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap ketersediaan gas elpiji tabung 3 kg,” pungkasnya.

 

(Vimara)

- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here