15.9 C
London
Selasa, Oktober 19, 2021

Oknum PPDP Tak Pakai APD Saat Coklit, Bawaslu Segera Klarifikasi ke KPU

- Advertisement -
- Advertisement -

TOMOHON, CM- Pesta Demokrasi sebentar lagi akan berlangsung, yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2020. Para penyelenggara Pemilu saat ini tengah menjalani beberapa proses tahapan.

Salah satunya, proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih, yang telah dimulai pada 15 Juli, dan akan berlangsung sampai 13 Agustus 2020 nanti.

Selang beberapa hari Coklit data pemilih berlangsung, ditemui ada sejumlah oknum Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang tidak melaksanakan protokol kesehatan.

Stefen Linu, S.S., MAP, Koordinator Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Tomohon

Menanggapi adanya informasi ini Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tomohon, langsung merenspons dengan serius.

“Bawaslu Kota Tomohon akan memanggil pihak KPU Kota Tomohon untuk melakukan klarifikasi terkait masalah APD (alat pelindung diri) yang tidak sesuai protap (prosedur tetap),” kata Stefen Linu, S.S., MAP, Koordinator Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Tomohon. Sabtu (25/7).

Menurutnya, secara teknis ini telah sesuai dengan amanat Peraturan KPU (PKPU), proses melakukan coklit oleh PPDP harus mengikuti protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran Covid-19.

“Menghadapi kondisi berbeda di masa pandemi sekarang ini, ada PKPU yang mengatur. Pasal 23 PKPU Nomor 6 Tahun 2020 menyebutkan, PPDP melakukan coklit dengan menemui pemilih secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan. Jadi coklit harus dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19,” ujar Linu.

Lanjutnya, “PPDP sangat diwajibkan memenuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, sarung tangan sekali pakai, pelindung wajah, menjaga jarak, tidak melakukan kontak fisik, dan mencuci tangan dengan sabun,” tegasnya.

Linu mengingatkan protokol kesehatan ini memang wajib dilaksanakan oleh semua penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu.

 

Oknum PPDP di Kecamatan Tomohon Barat Tak Pakai APD khususnya Sarung tangan sekali pakai saat Coklit.

Sementara, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui Stenly J. Kowaas SP selaku Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Tomohon, menanggapi saat dikonfirmasi oleh wartawan media ini melalui pesan WhatsApp-nya menjelaskan, “Yang pasti, KPU so selalu dan rajin menyampaikan kewajiban memakai APD saat bertugas.” jelasnya.

Lanjut Kowaas, “Tapi kalau di lapangan ada oknum PPDP tidak patuh dengan protokol Covid-19, akan jadi perhatian serius buat KPU untuk kembali melakukan evaluasi terhadap proses Coklit dari PPDP tersebut.” kata Anggota KPU Tomohon ini. (MiRa)

- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here