19.6 C
London
Jumat, September 17, 2021

Tenaga Kesehatan ‘Terjangkit’ Corona, 3 Positif Bekerja di RS Tomohon

- Advertisement -
- Advertisement -

CahayaManado.com,- Angka Kasus Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut) semakin meningkat. Hari ini 03 Juni 2020, Juru Bicara Covid-19 Sulut Dr. Steaven Dandel melalui Konferensi Persnya mengatakan, sebelumnya kasus ada 354, namun ketambahan 23 pasien, berjumlah 377 kasus terkonfirmasi positif.

Dengan perincian 275 masih sementara dirawat, sembuh 62 kasus, 40 meninggal. Namun ada 5 Tenaga Kesehatan (Nakes) yang terkonfirmasi positif, diantaranya:

(1.) Kasus 362 berjenis kelamin Perempuan, berumur 30 tahun asal dari Kota Manado, yang bersangkutan bekerja Tenaga Kesehatan (Nakes) di Fasilitas kesehatan (Sebut saja Faskes C) di Kota Manado.

(2.) Kasus 366 berjenis kelamin Perempuan, berumur 28 tahun asal dari Kota Manado, bekerja sebagai Nakes di Faskes C yang ada di Kota Manado.

(Kedua Nakes Kasus 362 dan 366 ini sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan Rapid Test dengan hasil Reaktif, kemudian oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, dilakukan pemeriksaan di Swab, dan hasilnya keluar hari ini Rabu 03 Juni 2020, Positif.)

(3.) Kasus 367 berjenis kelamin laki-laki, berumur 28 tahun asal dari Kota Manado, yang bekerja sebagai Nakes di Faskes yang ada di Kota Tomohon.

(4.) Kasus 376 berjenis kelamin laki-laki, berumur 53 tahun asal Tomohon, yang bekerja sebagai Nakes di Faskes yang ada di Kota Tomohon.

(5.) Kasus 377 berjenis kelamin perempuan, berumur 44 tahun asal dari Kabupaten Minahasa, yang bekerja sebagai Nakes di Faskes yang ada di Kota Tomohon.

Sedangkan untuk Kota Tomohon ketambahan 1 pasien terkonfirmasi positif, sehingga total menjadi 31 Kasus. Dengan rincian, 20 Pasien yang dirawat, 8 orang sembuh, 3 kasus meninggal dunia.

“5 Nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19, tidak serta merta menjadi positif, tetapi karena ada tindakan medis yang mereka lakukan di Rumah Sakit, yang mungkin saja berkenaan dengan pasien yang tidak triase menjadi PDP tetapi pasien biasa yang kemudian bisa saja Covid-19.” jelas Dandel.

Lanjutnya, “Nakes adalah salah satu yang paling rentan tertular Covid-19 ini, sehingga ketika ada tindakan kehati-hatian di Faskes, itu adalah bentuk standar prosedur yang harus dilakukan oleh petugas kesehatan sehingga meminimalisir terjadinya penjangkitan.

Dandel menambahkan, kedua Nakes pada Kasus 362 dan 366, yang bekerja di salah satu Faskes belum merawat Pasien Positif, tetapi sering melakukan rujukan untuk pasien PDP.
(MiRa)

- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here