19.4 C
London
Minggu, Juni 13, 2021

Kejari Tomohon Seriusi Kasus PD Pasar, HSCK dan RN Resmi Ditahan

- Advertisement -
- Advertisement -

 

Tomohon,CM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tomohon, melalui Jaksa Penyidik melaksanakan penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) atas kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran keuangan di Perusahaan Daerah (PD) Pasar Beriman Kota Tomohon selang waktu Januari 2015 sampai dengan Maret Tahun 2016, kepada Jaksa Penuntut Umum, bertempat di Kantor Kejari Kota Tomohon, pada hari Rabu tanggal 10 Juli 2019.

Kepada sejumlah awak media, Kepala Seksi Intelijen Wilke H. Rabeta SH menjelaskan, Penyerahan Tersangka HSCK selaku Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kota Tomohon, selang waktu Januari 2015 sampai dengan Maret 2016 dan RN selaku Direktur Umum (Dirum) PD Pasar Kota Tomohon selang waktu Januari 2015 sampai dengan Januari 2016.

“Kedua tersangka tersebut disangka melanggar Primair Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang – Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Subsidiair Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang – Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.” kata Rabeta.

Lanjutnya, “Tersangka HSCK pada saat menjabat sebagai Dirut Perusahaan Daerah (PD) Pasar Beriman Kota Tomohon telah melakukan peminjaman dari Kas Perusahaan Daerah (PD) Pasar Beriman Kota Tomohon pada Tahun Anggaran 2015 dan Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp. 218.951.500,- (dua ratus delapan belas juta sembilan ratus lima puluh satu ribu lima ratus rupiah). Sedangkan Tersangka RN pada saat menjabat sebagai Direktur Umum Perusahaan Daerah (PD) Pasar Beriman Kota Tomohon telah melakukan peminjaman dari Kas Perusahaan Daerah (PD) Pasar Beriman Kota Tomohon pada Tahun Anggaran 2015 dan Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp.199.833.000,- (seratus sembilan puluh sembilan juta delapan ratus tiga puluh tiga ribu rupiah).” jelas Rabeta.

Dijelaskannya “Perbuatan Tersangka HSCK dan RN yang melakukan peminjaman dari Kas Perusahaan Daerah (PD) Pasar Beriman Kota Tomohon pada Tahun Anggaran 2015 dan Tahun Anggaran 2016, dipergunakan untuk kebutuhan pribadi dan bukan untuk kebutuhan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Beriman Kota Tomohon, sehingga menyebabkan kerugian keuangan Negara/Kerugian Keuangan Daerah/Kerugian Perusahaan Daerah (PD) Pasar Beriman Kota Tomohon. Saat ini Untuk tersangka HSCK dilakukan penahanan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Manado di Tomohon selama 20 hari, Sedangkan tersangka Repsi dikarenakan sakit dilakukan penahanan rumah selama 20 hari. Ancaman penjara Pasal 2 minimal 4 tahun maksimal 20 tahun Pasal 3 minimal 1 tahun maksimal 20 tahun” aku Kastel Kejari Tomohon. (micky)

- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here